Perang Tiada Akhir Lawan Hoax
- ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Isu hoax vaksin COVID-19 tersebar dalam 2.209 konten di Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube, "di mana 1.926 konten sudah diblokir. Sisanya dalam proses," kata Menkominfo Johnny G Plate, dalam rapat bersama Komisi I DPR pada awal bulan ini.
Jauh sebelum Virus Corona melanda, Kominfo sebenarnya telah memiliki senjata pendeteksi hoax bernama Automatic Identification System (AIS), yaitu mesin crawling konten negatif di internet yang diluncurkan sejak 2018. Mesin AIS menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk secara cepat menentukan konten negatif.
Sebagai sistem pemantauan proaktif untuk penanganan konten internet bermuatan negatif, Mesin AIS bekerja dengan cara mengais (crawling) dan mengklasifikasi (jutaan) tautan yang terdeteksi mengandung konten negatif.
Tak hanya sistem, Kominfo juga memiliki tim AIS yang bekerja selama 24 jam dan terbagi atas tiga shift per harinya. Tugas pokok dari tim AIS ini mulai dari penerimaan dan pengelolaan laporan di platform Aduan Konten dari masyarakat dan instansi, analisa isu populer dan analisa tagar.
Hasil pemantauan akan ditindaklanjuti dengan penanganan berupa pemblokiran akses dan penonaktifan konten internet negatif, serta diteruskan ke instansi terkait.
Paham betul bahwa serangan hoax berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat, Menkominfo Johnny G Plate, pada awal April telah mengambil langkah untuk menggandeng platform digital global, yaitu Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube, untuk menindak hoax.
Di Indonesia, YouTube meluncurkan panel informasi cek fakta yang bertujuan memberikan konteks yang mendampingi konten di platform. Tak main-main, Google juga mengumumkan hibah US$800 ribu atau sekitar Rp11,7 miliar di Indonesia.
Hibah, yang dieksekusi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), lembaga nirlaba Maarif Institute, bersama agensi perubahan sosial Love Frenkie lewat program Tular Nalar, itu mendukung beragam program literasi media dan juga pelatihan digital dalam upaya memberantas hoaks dan misinformasi masyarakat Indonesia.
Kominfo juga telah gencar melakukan literasi digital kepada masyarakat bersama gerakan Siberkreasi. Tak berhenti di situ, Kementerian menggandeng Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) untuk terus berjuang melawan hoaks COVID-19.