Marak Pencucian Uang Lewat Cryptocurrency

Cryptocurrency.
Sumber :
  • Information Age

VIVA – Para penjahat yang menyimpan dananya dalam bentuk uang digital atau cryptocurrency cenderung mendapatkannya dari hasil pencucian uang (money laundering) melalui layanan online, demikian menurut sebuah laporan perusahaan investigasi Blockchain, Chainalysis.

img_title Kronologi Aisar Khaled Dipolisikan atas Dugaan Penipuan dan TPPU

Layanan yang dimaksud seperti portal pertukaran kripto berisiko tinggi atau memiliki reputasi rendah, platform judi online, layanan pencampuran mata uang kripto, dan layanan keuangan yang mendukung operasi mata uang kripto yang berkantor pusat di yurisdiksi berisiko tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Mastercard Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran

img_title Bareskrim Polri Jerat Pemilik Kasino Batam Pakai Pasal TPPU

Aktivitas kriminal yang dipelajari dalam laporan itu termasuk alamat cryptocurrency yang terkait dengan penipuan online, serangan ransomware, pendanaan teroris, peretasan hingga transaksi yang terkait dengan materi pelecehan seksual terhadap anak.

Kemudian, dana yang terkait dengan pembayaran yang dilakukan di situs dark web, yang menawarkan layanan ilegal seperti obat-obatan terlarang, senjata ilegal, dan data pribadi yang dicuri.

img_title 2026 Belum Habis, Aldi Taher Bakal Punya 12 Bisnis! Netizen Sampai Curiga Ada Pencucian Uang

Mengutip dari situs ZDNet, Rabu, 17 Februari 2021, Chainalysis juga melaporkan, dari 270 alamat Blockchain terdapat sekitar 55 persen cryptocurrency yang terkait dengan aktivitas kriminal.

Untuk memperluas investigasi, Chainalysis mengatakan bahwa 1.867 alamat menerima 75 persen dari semua dana cryptocurrency yang terkait secara kriminal di sepanjang 2020 di mana jumlahnya diperkirakan sekitar US$1,7 miliar.

"Tingkat konsentrasi pada tahun lalu lebih besar dari tahun 2019. Secara khusus, kami melihat bagian yang jauh lebih besar dari cryptocurrency ilegal yang menerima antara US$1 juta hingga US$100 juta," kata Chainalysis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Chainalysis, meningkatnya konsentrasi alamat setoran yang menerima mata uang kripto ilegal mengartikan adanya peningkatan penjahat dunia maya pada sekelompok kecil broker OTC (over-the-counter) dan layanan lainnya yang spesialisasi dalam pencucian uang (money laundering).

Chainalysis percaya bahwa bidang pencucian uang terkait cryptocurrency sekarang berada dalam posisi rentan, di mana beberapa tindakan penegakan hukum terhadap operator cryptocurrency dapat melumpuhkan pergerakan dana gelap dari banyak kelompok kriminal.

Aisar Khaled.

Update Kasus Aisar Khaled Terkait Dugaan Penipuan Hingga Pencucian Uang, Kok Belum Diperiksa?

Polda Metro Jaya masih mendalami pelayangan laporan terhadap Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, terkait dugaan tindak pidana perbuatan curang atau penipuan investasi

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut