Semarak Digitalisasi UMKM

Tren bisnis online.
Sumber :
  • Unsplash

VIVA – Digitalisasi sangat penting untuk memfasilitasi akses keuangan, pasar, dan tren pola konsumsi masyarakat. Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung selama lebih dari 1,5 tahun menyebabkan seluruh sektor usaha mengalami kelumpuhan secara ekonomi.

img_title KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, Usaha Es Buah Jadi Laundry Express

Tidak terkecuali usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya, UMKM dituntut untuk lebih adaptif dengan kebiasaan baru agar dapat dapat bertahan dari situasi ketidakpastian ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat, hingga 21 Agustus 2021 sebanyak 15,3 juta UMKM sudah masuk ke platform digital. Realisasi itu melampaui target tahun ini yang direncanakan 13,7 UMKM masuk ke digital. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM yang memasarkan produknya secara digital pada 2030.

img_title Bukan Sekadar Jual Kebab! Kebab Endul Sukses Tumbuh Berkelanjutan Lewat Zero Waste dan LinkUMKM BRI

Penggunaan internet memang dirasa membantu pelaku UMKM untuk menjalankan usaha, terutama di masa pandemi COVID-19. UMKM seringkali mengalami kendala menjalankan usaha menggunakan teknologi digital.

Salah satu masalah utama bagi UMKM adalah konsumen yang belum mampu menggunakan internet, serta kurangnya pengetahuan untuk menjalankan usaha secara online. Untuk itu, Telkomsel menggandeng Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LPP-KUKM) atau Smesco Indonesia untuk mendukung digitalisasi UMKM.

img_title Kementerian UMKM Dorong Hilirisasi dan Digitalisasi UMKM Kratom via Platform Digital

"Berbekal dukungan jaringan teknologi terdepan 4G dan 5G yang terus dikembangkan secara bertahap dan terukur, kami optimis dapat menghadirkan solusi berbasis teknologi yang dapat mengoptimalkan potensi koperasi dan UMKM sehingga mampu berdaya saing tinggi dan melesat dengan digital," kata Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, Sabtu, 4 September 2021.

Langkah Telkomsel sejalan dengan upaya perusahaan induk Telkom untuk mendukung pemberdayaan UMKM, selaku tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi sebesar 61,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. UMKM juga berpotensi menyerap 97 persen dari total tenaga kerja di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengupayakan agar 158 ribu UMKM terintegrasi ke ekosistem digital hingga 2023. Minat pelaku UMKM yang tinggi menggunakan solusi bisnis berbasis digital didorong pertumbuhan adopsi dan adaptasi di dalam ekosistem bisnis digital.

"Dengan kerja sama ini UMKM binaan Smesco akan diberi bantuan seperti memasarkan produk secara global, digitalisasi sistem operasional usaha, peningkatan kapabilitas melalui program inkubasi dan pelatihan, dan menghadirkan solusi permodalan," jelas Leonard.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah)

Menko Perekonomian Airlangga Naikkan Perluas Akses UMKM Indonesia, Dorong Usaha Naik Kelas

Airlangga Hartarto mengusulkan target pembiayaan UMKM naik dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun untuk memperluas akses dan mendorong usaha naik kelas.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut