Ilmuwan Temukan Harta Karun Zona Emas

Harta karun.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Para ilmuwan menemukan sebuah mekanisme di mana Bumi mendorong harta karun atau logam penting seperti kobalt, tembaga, dan platinum ke bagian dangkalnya, yakni kerak Bumi.

img_title Teknologi Makin Nyeleneh, Ada Layar Mirip Kertas

Logam-logam ini dibutuhkan dalam pembuatan teknologi energi terbarukan, termasuk pembuatan baterai, panel surya, dan sel bahan bakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah tim ahli dari University of Cardiff di Inggris menemukan 'zona emas geologis' di dasar kerak Bumi dengan suhu sekitar 1.000 derajat Celcius. Kondisi tersebut sempurna untuk logam yang bisa ditambang karena lebih mudah dan murah.

img_title Indonesia Diproyeksikan Jadi Salah Satu Pasar Perangkat Pintar dengan Pertumbuhan yang Menjanjikan di Asia Tenggara

Para peneliti mengatakan mereka tidak dapat menguraikan area spesifik di planet ini di mana logam lebih mungkin berada di dekat permukaan. Meski begitu mereka berharap mengetahui prosesnya akan membuat eksplorasi lebih mudah bagi perusahaan pertambangan.

Logam tersebut termasuk tembaga, kobalt, telurium, dan platinum yang semuanya sangat dicari karena dapat digunakan untuk teknologi kabel listrik. Mereka disimpan di mantel bumi pada kedalaman lebih dari 15 mil.

img_title Pesatnya Perkembangan AI dan Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Bagi Moral dan Kedamaian Global

Kedalaman ini menempatkan logam di luar jangkauan peralatan penggali, tetapi pada titik-titik tertentu di Bumi, alam dapat mengangkat logam ke permukaan, mengutip dari situs Daily Mail, Jumat, 4 Februari 2022.

Misalnya, melalui aliran batuan cair yang dikenal sebagai magma yang berasal dari mantel dan perlahan naik ke kerak. Namun, hingga saat ini perjalanan logam ke situs pengendapan akhir belum pasti.

Dalam studi baru mereka mengidentifikasi zona yang bergantung pada suhu, yang terletak di dasar kerak bumi, bertindak seperti katup. Ini memungkinkan logam untuk berjalan ke atas, keluar melalui mantel dan kerak bawah untuk mencapai kerak atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penulis studi Iain McDonald mengatakan ketika magma mencapai dasar kerak, logam sering terperangkap dan tidak dapat mencapai permukaan jika suhu terlalu panas atau terlalu dingin.

Tim proyek ingin menyoroti proses magmatik yang beroperasi jauh di dalam kerak bumi. Hasil studi akan memungkinkan eksplorasi mineral yang lebih bertarget sehingga dapat menurunkan jejak lingkungan yang terkait dengan penemuan dan ekstraksi logam hijau.

Ilustrasi Sampah

Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah 100% pada Akhir 2029

Pemerintah menetapkan target pengelolaan sampah 100 persen pada akhir 2029. Berbagai upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan akan diterapkan.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut