Ini Dia Keuntungan dari Donor Darah

Ilustrasi donor darah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA – Donor darah secara rutin dapat membantu mengurangi kadar beberapa senyawa kimia sintetis beracun yang dikenal sebagai 'bahan kimia selamanya' yang bertahan di dalam tubuh, menurut sebuah studi baru.

img_title Sambut HUT ke-62 Golkar, Adela Kanasya Tekankan Pentingnya Pengabdian kepada Masyarakat

Bahan kimia yang dikenal sebagai per-and poly-fluorinated alkyl substances (PFAS) ditemukan di benda-benda rumah tangga, seperti panci antilengket, bahan dan cat tahan noda atau air serta karpet dan pakaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Busa pemadam kebakaran lawas juga mengandung PFAS, dan penelitian menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran memiliki kadar PFAS yang lebih tinggi dalam sampel darah daripada populasi umum.

img_title Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak Orang, Padahal Dibutuhkan untuk Terapi Pasien

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa bahan kimia ini hampir tidak pernah terdegradasi secara alami, mengutip dari situs Independent, Rabu, 27 April 2022.

Mereka dapat mempengaruhi paru-paru, menyebabkan asma, dan diketahui berpotensi karsinogenik. Studi juga menghubungkan PFAS dengan gangguan respons imun, obesitas, perubahan fungsi hati, dan berbagai penyakit lainnya.

img_title Tak Mau Hanya Sekedar Seremonial, Sultan Mau 38 Provinsi Gelar Donor Darah Peringati HUT ke-22 DPD RI

"Mereka (petugas pemadam kebakaran) mengatakan tidak ingin bahan kimia ini masuk ke tubuhnya, mereka tidak ingin menjadi kelinci percobaan untuk melihat apa yang akan terjadi dalam 10, 20, 30 tahun kemudian," kata Peneliti Mark Taylor.

Sebuah studi baru dari sekitar 300 petugas pemadam kebakaran Australia telah menyarankan donor darah dan plasma darah secara teratur dapat membantu menghilangkan bahan kimia berbahaya dari tubuh.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open, para ilmuwan menilai 285 staf dan kontraktor Fire Rescue Victoria mengalami peningkatan kadar perfluorooctane sulfonate (PFOS) jenis PFAS yang umum digunakan dalam beberapa busa pemadam kebakaran.

Masing-masing peserta memiliki kadar serum PFOS 5 nanogram per mililiter (ng/mL) atau lebih, memenuhi syarat untuk mendonorkan darah dan tidak mendonorkan darah dalam tiga bulan sebelum penelitian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para peneliti, termasuk dari Universitas Macquarie di Australia, secara acak menugaskan 95 peserta untuk menyumbangkan plasma setiap enam minggu, 95 untuk menyumbangkan darah utuh setiap 12 minggu, dan 95 lainnya sebagai kelompok kontrol untuk diamati selama 12 bulan.

Sumbangan plasma ditemukan sebagai intervensi yang paling efektif mengurangi tingkat PFOS serum, rata-rata sebesar 2,9 ng/mL dibandingkan dengan pengurangan 1,1-ng/mL dengan donor darah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut