Terpana Lihat Wajah Firaun yang Dimutilasi

Patung Firaun.
Sumber :
  • www.plenglish.com

VIVA – Para arkeolog merasa kagum dengan peradaban Mesir kuno yang maju. Baru-baru ini mereka menemukan sisa-sisa kuil yang dibangun untuk menghormati Dewa Zeus era Yunani kuno di Semenanjung Sinai, Mesir.

img_title Kursi Firaun Milik Koruptor Asabri Laku Rp80 Juta, Perhiasan Sandra Dewi Diserbu

Daerah itu dikenal sebagai Pelusium pada zaman Yunani-Romawi (332 SM hingga 395 M) dan merupakan kota serta pelabuhan yang berkembang pesat di mulut timur Sungai Nil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para arkeolog terus menemukan bukti peradaban yang sangat maju. Di antara temuan yang mengejutkan adalah Firaun kuno yang hidup dan matinya diselimuti misteri hingga kini.

img_title 308 Barang Rampasan Dilelang Kejagung! Ada Mobil Mewah Harvey Moeis dan Kursi Firaun

Ditemukan oleh penduduk setempat pada 1871 dan oleh Egyptologists sepuluh tahun kemudian, Royal Cache adalah makam Mesir kuno yang berisi sisa-sisa mumi dan peralatan pemakaman lebih dari 50 raja, ratu, dan anggota keluarga kerajaan lainnya dari 'Kerajaan Baru'.

Di samping raja-raja legendaris seperti Ramses Agung dan Seti I, ada seorang Firaun yang kurang dikenal yang pemerintahannya masih penuh dengan pertanyaan.

img_title Khamenei Unggah Foto Trump di Peti Mati Firaun: Tiran Akan Tumbang!

Sebuah prasasti di tutup peti matinya bertuliskan 'Seqenenre the Brave' menawarkan petunjuk pertama tentang bagaimana Firaun itu meninggal dunia, menurut situs Express, Jumat, 6 Mei 2022.

Ahli Patologi Forensik Richard Shepherd mengaku ketika melihat bagian depan wajah Firaun terlihat jelas sangat tidak normal. Seluruh hidung, mata kanan, batang hidung, mata kiri semuanya sangat terdistorsi.

"Sesuatu telah menabrak otaknya dan menghasilkan efek seperti kawah besar. Luka ini memiliki penampilan yang sedikit berbeda yang sebagian karena saya pikir ada sedikit tulang yang patah, mungkin karena senjatanya telah dilepas," katanya.

Shepherd berusaha memahami bagaimana Seqnenre meninggal dunia. Elliot Smith yang sudah melakukan otopsi pada 1912 menyimpulkan bahwa Seqenenre meregang nyawa karena luka kapak yang diterima dalam pertempuran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketika saya melihat kedua lukanya, apa yang bisa saya katakan adalah bahwa keduanya adalah luka yang mematikan. Anda mungkin hanya membutuhkan salah satu dari mereka untuk menyebabkan kematian," ungkap dia.

Deskripsi yang jelas tentang kematian Seqenenre dapat ditemukan dalam buku Gaston Maspero pada 2005 yang berjudul 'History Of Egypt, Chaldaea, Syria, Babylonia, and Assyria, Volume 4'.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut