Manusia Bisa Punya Planet Sendiri

Ilustrasi planet.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Pendiri dan Kepala Eksekutif Pulsar Vision, Richard Dinan, menggagas ide untuk manusia agar meninggalkan Bumi dan tinggal di planet lain seperti Mars. Ia memiliki ambisi untuk merealisasikan idenya ini dengan cepat.

img_title Geger! Warga di Lombok Barat Diduga Temukan 14 Tulang Manusia, Polisi Ungkap Faktanya

Dinan bahkan rela bertaruh dengan memanfaatkan kekuatan nuklir di luar angkasa untuk memangkas waktu tempuh menuju Planet Mars dan membuka tabir rahasia di luar sistem Tata Surya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Galaksi Bima Sakti dipercaya terdapat miliaran planet yang beredar di bintang G-Type seperti milik kita (Bumi). Kita hidup di dunia yang mungkin saja terpikirkan bagaimana caranya memiliki planet sendiri," ungkapnya, seperti dikutip dari situs Express, Kamis, 26 Mei 2022.

img_title Tulang Belulang Manusia Berserakan di Pantai Aceh, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Ia menyebut, jika ingin terealisasi, maka pengusaha seperti dirinya membutuhkan roket yang sangat cepat. Meskipun Dinan mengakui kalau hal ini terlihat mustahi.

"Tapi percayalah. Kita sudah setengah jalan menuju ke arah sana," kata dia, menambahkan. Supaya semuanya menjadi kenyataan, Dinan ingin mereplika proses fusi yang digunakan oleh bintang dan Matahari.

img_title Pelarian Bos Tempat Hiburan Malam Planet Batam Berakhir! Baru Mendarat dari Singapura Langsung Diciduk Bareskrim

Fusi inilah yang menjanjikan hal besar bagi manusia agar bisa berkelana ke luar angkasa. Dengan fusi ia juga sangat yakin waktu tempuh misi ke Mars dapat dikurangi setengahnya, atau melaju dengan kecepatan 350 km per detik.

Pulsar Fusion juga sudah menguji mesin plasma yang akan dipakai untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. "Lalu, berikutnya, kita bisa menghidupkan mesin roket dan terbang (ke Planet Mars) tahun 2027," papar Dinan.

Ilustrasi unggas / ayam.

Jangan Anggap Sepele Kesehatan Hewan, Dampaknya Bisa Sampai ke Manusia

Jangan anggap sepele kesehatan ayam. Hewan yang sakit dapat berdampak pada keamanan pangan, penyebaran penyakit zoonotik, resistensi antibiotik, serta kesehatan manusia.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut