Awan Mammatus, Gelembung di Langit Tanda Bahaya

Awan Mammatus.
Sumber :
  • weather.com

VIVA – Langit memang menyimpan keindahan dan misteri. Fenomena - fenomena aneh namun cantik tak jarang terlihat di langit. Seperti fenomena yang satu ini, yang diketahui bernama Mammatus Cloud atau awan Mammatus yang belum lama terlihat di langit Argentina. 

img_title Sebagian Besar Wilayah Indonesia Bakal Diselimuti Awan Tebal Hari Ini

Apa itu Mammatus? Awan Mammatus adalah istilah meteorologikal untuk bentuk gumpalan-gumpalan menggantung yang terbentuk di dasar awan. Jadi, Mammatus memiliki bentuk seperti gumpalan gumpalan "kecil" yang bergantungan di langit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada beberapa istilah untuk awan Mammatus, seperti mamma, mammatocumulus, atau mammory cloud. Kata ini sebenarnya berasal dari bahasa Latin "mamma," yang artinya payudara atau ambing yang dikenal sebagai istilah di peternakan. 

img_title Sebagian Besar Wilayah Indonesia Bakal Diselimuti Awan Sepanjang Hari Ini

Awan Mammatus

Photo :
  • weather.com

Fenomena ini bisa terjadi ketika udara dari lapisan awan turun ke udara jernih di bawah dan menguapnya tetesan awan. Hal ini mendinginkan udara dan membuatnya turun lebih cepat. Beberapa awan ikut terseret ke bawah sehingga membentuk sebuah kantung. 

img_title Awan Tebal Diprakirakan Selimuti Kota-kota Besar di Indonesia Hari Ini

Melansir dari EarthSky, orang - orang selalu mengaitkan awan ini dengan cuaca buruk seperti badai. Umumnya, awan Mammatus terbentuk di cumulonimbus yang paling tidak stabil. Maka dari itu ketika awan ini muncul di langit, maka menandakan bahwa ada kemungkinan terjadi hujan es, hujan lebat, kilat dan badai akan datang di sekitarnya.

Awan mammatus sangat jarang terlihat di Indonesia. Terakhir, awan mammatus terlihat di Sulawesi pada 2021 lalu dan sempat viral di media sosial. 

Gunung Merapi

Malam-malam Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu malam, 26 September 2026. Awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah selatan.

img_title
VIVA.co.id
27 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut