Dunia Terancam pada 2100

Ilustrasi pemanasan global.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Perkiraan baru menunjukkan panas ekstrem akan terjadi daerah tropis dan subtropis, termasuk India, semenanjung Arab, dan Afrika sub-Sahara yang akan mengalami suhu panas yang berbahaya hampir setiap harinya pada 2100.

img_title Hati-hati! Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia

Tidak dapat ditampikkan, suhu dunia sedang memanas, dan mengancam kelayak hunian di banyak wilayah di dunia. Khususnya yang terletak di sekitar khatulistiwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, garis lintang tengah dunia akan terus mengalami gelombang panas yang intens setidaknya setiap tahun.

img_title Bos PLN Sebut Indonesia Jalankan Proyek PLTS Terbesar di Dunia

Misal, di Chicago Amerika Serikat (AS), para peneliti memperkirakan akan mengalami peningkatan 16 kali lipat gelombang panas berbahaya pada akhir abad ini, mengutip dari situs Sciencealert, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Dalam hal ini, para peneliti mengatakan "tekanan panas yang sangat berbahaya akan menjadi ciri reguler iklim di Afrika sub-Sahara, sebagian semenanjung Arab, dan sebagian besar anak benua India". tulis para peneliti yang penelitiannya dipublikasikan di jurnal Communications Earth & Environment.

img_title Pakar Global Ungkap Pasokan Pangan Dunia Terancam 3 Hal Ini

Perkiraan terbaru sekaligus juga menunjukkan pemanasan global sudah bertanggung jawab atas satu dari tiga kematian terkait panas secara global.

Berdasarkan tingkat ini, penelitian lain memprediksi manusia akan mati dalam jumlah rekor dalam beberapa dekade mendatang karena perubahan iklim telah memperketat cengkeramannya.

Bagaimana manusia mengatasi stres panas yang turut diperumit oleh faktor lain, seperti kelembaban. Perkiraan saat ini didasarkan pada metrik yang dikenal sebagai Indeks Panas, yang hanya memperhitungkan kelembaban relatif hingga suhu tertentu.

Namun demikian, pada Indeks Panas tradisional, suhu dianggap berbahaya bila telah melebihi 40 derajat Celcius dan akan sangat berbahaya bila melebihi 51 derajat Celcius.

Adapun ambang batas yang digunakan oleb studi ini adalah untuk memprediksi kelayakhunian di masa depan, dan bahkan dengan ukuran ini, bagaimana pun, prospek umat manusia terlihat mengerikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, antara 1979 hingga 1998, ambang batas Indeks Panas yang berbahaya terlampaui di daerah tropis dan subtropis pada 15 persen hari setiap tahunnya.

Selama waktu ini sangat jarang suhu menjadi sangat berbahaya sesuai dengan Indeks Panas. Sayangnya, hal yang sama tidak dapat dikatakan hari ini, dan masalahnya semakin memburuk.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut