Twitter Batal Saingi OnlyFans, Layu Sebelum Berkembang

OnlyFans.
Sumber :
  • PinkNews

VIVA Tekno – Raksasa media sosial Twitter membatalkan fitur untuk memonetisasi konten dewasa di platformnya karena alat yang tidak memadai untuk mendeteksi konten yang menampilkan pelecehan seksual terhadap anak.

img_title Israel Serang Ukraina

Sebelumnya Twitter akan meluncurkan fitur seperti OnlyFans bagi pembuat konten dewasa untuk menghasilkan uang di platform, menurut situs The Verge, Kamis, 1 September 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana ini tidak mengherankan mengingat Twitter sudah menjadi salah satu platform utama yang digunakan oleh pembuat konten dewasa untuk mengiklankan akun OnlyFans mereka.

img_title Profil Leonid Radvinsky, Pemilik OnlyFans yang Meninggal Dunia karena Kanker

Raksasa teknologi itu adalah satu-satunya platform utama yang membolehkan memposting pornografi. Tahun lalu, Twitter mencoba bersaing dengan OnlyFans dengan 'Super Follows' yang memungkinkan pengguna membayar selebriti untuk tweet yang dibuat.

Perusahaan yang didirikan Jack Dorsey kemudian memutuskan untuk melangkah lebih jauh dan meluncurkan fitur yang memungkinkan pembuat konten dewasa untuk menjual langganan berbayar.

img_title Sederet Fakta soal Konten Porno 'Ojol' di Bali: Pelaku 3 WNA, Motif hingga Ditangkap Mau Kabur ke Thailand

OnlyFans.

Photo :
  • LADbible

Laporan April yang menguji proyek baru yang disebut Monetisasi Konten Dewasa (ACM) menemukan bahwa Twitter tidak dapat secara efektif menangani konten seksual berbahaya di platform.

Investigasi dokumen yang bocor dan wawancara dengan karyawan mengungkapkan bahwa Twitter telah mengumpulkan 84 orang 'Tim Merah' pada bulan April untuk 'menguji keputusan untuk mengizinkan pembuat konten dewasa memonetisasi platform, yang secara khusus memfokuskan tentang bagaimana Twitter melakukan ini dengan aman dan bertanggung jawab'.

"Twitter tidak dapat secara akurat mendeteksi eksploitasi seksual anak dan ketelanjangan non-konsensual dalam skala besar," bunyi kesimpulan Tim Merah.

Proyek ini mengungkapkan kelemahan dalam penanganan konten Eksploitasi Seksual Anak (CSE) yang ada di Twitter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara jumlah CSE online telah tumbuh secara eksponensial, investasi Twitter dalam teknologi untuk mendeteksi dan mengelola pertumbuhan belum mencapainya, menurut laporan tim.

Logo baru Twitter, X.

X Bikin Fitur 'History', Bookmark, Artikel, dan Like Terkumpul di Satu Tempat

X meluncurkan tab History di iOS yang menggabungkan bookmark, like, video, dan artikel untuk memudahkan pengguna menyimpan dan mengakses konten. Baca selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
14 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut