Israel Serang Ukraina

Logo baru Twitter, X.
Sumber :
  • Elon Musk

Jakarta, VIVA - Israel menyerang Ukraina. Tapi bukan dalam konteks perang fisik melainkan menegur keras di media sosial X, dahulu bernama Twitter.

img_title Tujuh Warga Palestina Tewas dan 31 Luka Akibat Serangan Israel Sehari Terakhir di Gaza

Teguran disampaikan karena Kiev tidak bisa memberikan bukti kalau Tel Aviv membeli gandum curian dari Rusia. Hal itu diungkap Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrey Sibiga mengecam Israel karena memfasilitasi apa yang disebutnya sebagai 'perdagangan ilegal gandum Ukraina curian' oleh Rusia.

img_title Rusia Diam-diam Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik, Targetkan Kapal Induk AS

Bahkan, media Ukraina menambahkan kalau kapal kargo Panormitis, yang membawa gandum dari wilayah baru Rusia, sedang mendekati Pelabuhan Haifa di Israel.

“Sulit untuk memahami mengapa Israel tidak memberikan tanggapan yang tepat terhadap permintaan sah Ukraina terkait kapal sebelumnya yang mengirimkan barang curian ke Haifa,” tulis Sibiga di X, seperti dikutip dari situs Russia Today, Rabu, 29 April 2026.

img_title Menko Yusril soal 8 WNI Gabung Tentara Rusia: Masih Diverifikasi, Tak Boleh Langsung Ambil Kesimpulan

Saar lalu membalasnya dengan mengatakan bahwa hubungan diplomatik, terutama antara negara-negara sahabat, tidak dilakukan di Twitter (X) atau media sosial. “Tuduhan bukanlah bukti. Bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum diberikan," tegas dia.

Lebih lanjut Saar menyebut kalau Ukraina bahkan tidak mengajukan permohonan bantuan hukum sebelum 'curhat' di media sosial. Hubungan antara kedua negara tegang, karena Ukraina mengkritik Israel karena tidak menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia atau memutuskan hubungan diplomatik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip Reuters, sumber diplomatik Ukraina melaporkan bahwa Kiev akan 'berhak untuk mengerahkan serangkaian respons diplomatik dan hukum internasional sepenuhnya' jika kapal tersebut diizinkan berlabuh di Israel.

Ukraina menganggap lima wilayah, termasuk Kherson dan Zaporozhye, yang bergabung dengan Rusia setelah referendum pada 2022, sebagai wilayah pendudukan. Rusia menegaskan bahwa, untuk penyelesaian perdamaian yang langgeng, Ukraina harus mengakui perbatasan barunya.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric

Gaza Menderita, Tepi Barat Membara: PBB Kecam Israel

PBB mengecam pembunuhan terhadap dua warga sipil Palestina di Tepi Barat, sekaligus menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. Keduanya dilakukan oleh Israel.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut