Melestarikan Budaya Indonesia Lewat Metaverse

Metaverse.
Sumber :
  • Wired

VIVA Digital – Melestarikan warisan budaya tak lagi hanya sebatas pada ruang konvensional seperti museum. Saat ini keberadaan museum menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

img_title Mengenal Muhammad Yusuf Muhi alias Ucu Kambing, Jawara Betawi yang Disebut Jadi 'Lawan Tangguh' Hercules

Museum sebagai sarana untuk menyimpan dan memperkenalkan sejarah serta kebudayaan yang ada masyarakat terdahulu. Keberadaan museum menjadi suatu hal yang sangat penting dengan nilai pendidikan karakter sekaligus sejarah yang ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kesadaran masyarakat terutama generasi muda terkait keberadaan museum masih rendah sehingga banyak yang mengabaikan keberadaan museum.

img_title Namanya Betawi Banget, Gelandang Turki Ini Tak Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia

Dengan semakin mutakhirnya dunia teknologi, hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, contohnya lewat metaverse.

Festival Budaya Betawi.

Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandy

img_title Meta Platforms Tancap Gas Investasi AI Rp2.500 Triliun Meski Rugi Jumbo

Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Skolla, UPK Perkampungan Budaya Betawi, beserta kolaborator lainnya, meluncurkan Pameran 10 Siklus Kehidupan Masyarakat Betawi di Metaverse.

Skolla adalah perusahaan rintisan teknologi pendidikan atau startup edutech yang fokus untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi immersive.

Kepala Eksekutif Skolla Devlin Hazrian Saleh mengatakan adanya kolaborasi ini sebagai suatu sarana pendidikan karakter kebudayaan dalam melestarikan Budaya Betawi, menampilkan sepuluh siklus masa kehidupan masyarakat Betawi dari semenjak lahir hingga akhir hayat.

Melalui berbagai medium seni, seperti seni lukis, komik, digital, dan animasi yang dibuat oleh seniman Betawi. Karya-karya tersebut memiliki sisi edukasi seputar keagamaan, kekeluargaan, serta kemasyarakatan.

Pameran ini juga digelar menggunakan Skollaverse (Ruang Metaverse Skolla) dalam bentuk metaverse sehingga akan terkesan lebih menyenangkan.

Kepala Eksekutif Skolla Devlin Hazrian Saleh.

Photo :
  • Linkedin

Menurutnya, saat ini dibutuhkan yang virtual agar masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah dapat belajar Budaya Betawi.

Langkah tersebut bukan hanya dapat menjaga dan melestarikan budaya bangsa, namun juga melihat berbagai potensi lain yang dapat dikembangkan melalui teknologi digital seperti metaverse.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat berpadu, serta sejalan di era digital tanpa batas sekarang ini. Dengan teknologi masa depan, kami yakin mampu meroketkan talenta dengan kebudayaan dan jati diri bangsa," kata Devlin, dalam konferensi pers virtual, Sabtu, 5 November 2022.

Bamus Betawi mengimbau masyarakat Pati yang disebut akan menggelar aksi di Jakarta akhir Agustus

Beredar Seruan Aksi Warga Pati, Bamus Betawi Ingatkan Tetap Jaga Kedamaian Jakarta

Isu mengenai adanya rencana demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada akhir Agustus 2026 mulai menjadi sorotan. Merespons hal tersebut, Bamus Betawi pun turun tangan.

img_title
VIVA.co.id
20 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut