Orang Terkaya di Dunia Belum Tentu Pintar

Bill Gates, Elon Musk, dan Jeff Bezos.
Sumber :

VIVA Tekno – Jadi orang terkaya di dunia tidak selalu berarti mereka lebih pintar dari rata-rata orang, menurut sebuah studi baru. Pada kelompok orang yang berpenghasilan lebih sedikit dari yang kaya, ditemukan mempunyai kemampuan kognitif.

img_title Pramono Bakal Bayar Gaji PJLP yang Sempat Terlambat: November Sudah Bisa Diterima

Para peneliti berpendapat bahwa 'penurunan kemampuan kognitif' di antara orang-orang berpenghasilan terbesar ini menunjukkan bahwa kekayaan mereka berasal dari keluarga yang memiliki bobot lebih daripada kecerdasan secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah tim peneliti dari Universitas Linkoping di Swedia, Institut Universitas Eropa di Italia, dan Universitas Amsterdam di Belanda mengatakan bahwa kemampuan kognitif yang lebih baik tidak berpengaruh pada gaji.

img_title Aturan Bantuan Subsidi Upah Terbit, Pekerja Bergaji Rp 3,2 Juta Dapat Rp 900 Ribu

"Kami menemukan bahwa hubungan antara kemampuan dan upah secara keseluruhan kuat, namun di atas €60.000 per tahun, kemampuan stabil pada tingkat sederhana, +1 standar deviasi," tulis para peneliti dalam makalah.

Satu persen teratas bahkan mendapat skor sedikit lebih buruk pada kemampuan kognitif daripada mereka yang berada di strata pendapatan tepat di bawah mereka.

img_title Dedi Mulyadi Tawarkan Upah Rp250 Ribu per Hari bagi Warga yang Bantu Padamkan Api di Gunung Ciremai

Elon Musk.

Photo :
  • WIRED

Ini didasarkan pada data dari 59.387 pria Swedia yang menyelesaikan tes wajib militer pada usia 18 atau 19 tahun. Walaupun hal ini membatasi temuan dalam hal kebangsaan dan jenis kelamin, namun masih memberikan sampel yang relatif besar di berbagai tingkat gaji dan pekerjaan.

Temuan ini menantang narasi standar bahwa banyak orang hidup dalam meritokrasi, di mana kesuksesan dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi diperoleh dari kecerdasan dan bakat yang unggul. 

Data di sini menunjukkan kecerdasan tidak meningkat sebanyak kesuksesan ketika semakin naik dalam pendapatan, mengutip dari laman Science Alert, Selasa, 14 Februari 2023.

Studi tidak bermaksud mengatakan bahwa menjadi pintar atau belajar keras tidak berpengaruh pada berapa banyak yang dihasilkan, tetapi pada tingkat gaji tertinggi, faktor lain ikut berperan dan faktor tersebut meningkat signifikan dari waktu ke waktu.

Ini dapat mencakup hal-hal seperti latar belakang sosial ekonomi, budaya, sifat kepribadian dan keberuntungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi wanita sukses/kaya.

Photo :
  • Freepik/drobotdean

Studi tersebut juga menemukan bahwa dengan skala gaji yang lebih tinggi, prestise pekerjaan tidak meningkat dengan kemampuan kognitif. Dalam profesi seperti dokter, pengacara, dan profesor, prestise yang lebih tinggi tampaknya tidak terkait langsung dengan pendapatan yang lebih banyak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut