Ini Dia Penyebab Mood Swing
- U-Report
"Saat lelah, Anda mungkin tidak memiliki sumber daya fisik dan mental untuk mengatur emosi. Kita mungkin lebih mudah tersingkir oleh peristiwa sehari-hari dan terjebak dalam narasi internal," imbuh Ross.
Faktor gaya hidup
Ilustrasi mata menangis
Stres dapat menyebabkan perubahan suasana hati, menurut Mayo Clinic. Transisi dan peristiwa besar dalam hidup, seperti pindah atau mengalami kematian orang yang dicintai juga dapat memakan korban.Â
Makalah tahun 2011 di jurnal American Psychologist menyarankan bahwa dampak pilihan gaya hidup sehari-hari pada suasana hati sering diabaikan. Diet, olahraga, dan hubungan, misalnya, semuanya memengaruhi kesehatan mental dan suasana hati.
Sindrom pramenstruasi
Perut sakit saat PMS.
Banyak wanita mengalami perubahan suasana hati yang terkait dengan siklus menstruasi. Beberapa mengalami gejala ini menjelang menstruasi yang sering dikenal sebagai sindrom pramenstruasi (PMS), menurut Office on Women Health.
Gejala PMS dapat mencakup perubahan suasana hati, termasuk cepatmarah, suasana hati yang rendah, kecemasan, dan air mata.Â
Tidak sepenuhnya dipahami apa yang menyebabkan perubahan suasana hati seperti itu, meskipun perubahan hormon adalah salah satu penjelasan yang mungkin, kata Wassenaar.Â
Menopause
Menopause
Mekanisme biologis dapat menyebabkan perubahan mood karena menopause adalah periode lain dari fluktuasi hormonal, dengan penurunan estrogen dan progesteron.Â
Menurut penelitian tahun 2019 di jurnal Medicina(terbuka di tab baru), pengurangan estradiol, bentuk utama estrogen dalam tubuh selama tahun-tahun reproduksi, dapat berperan. Estradiol mengatur beberapa neurotransmiter (pembawa pesan kimiawi) yang terkait dengan suasana hati, termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin.
Tetapi faktor psikologis dan sosial juga dapat berkontribusi pada perubahan mood menopause, kata Wassenaar, karena ini merupakan perubahan besar dalam hidup. Tidur juga sering terganggu selama menopause, yang memperburuk gejala mood.Â
Kehamilan
Ilustrasi ibu hamil
Seperti menopause, kehamilan merupakan transisi yang signifikan dalam kehidupan seseorang yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati, "Perubahan besar dalam hidup, seperti memiliki bayi, bisa membuat stres dan kewalahan serta menyebabkan perubahan suasana hati," kata Wassenaar.
Mood swing selama kehamilan dapat disebabkan oleh stres fisik, kelelahan atau perubahan hormon estrogen dan progesteron, menurut American Pregnancy Association. Puncak estrogen dan progesteron sekitar 32 minggu dan kadar estrogen akan menjadi yang tertinggi selama trimester ini.Â