Alien Sulit Dideteksi di Mars

Penjelajah Perseverance NASA.
Sumber :
  • DW/NASA

VIVA Tekno – Alien yang hidup di Mars dapat menghindari deteksi oleh instrumen yang saat ini ada di planet tersebut, bunyi peringatan ilmuwan.

img_title Celah Keamanan NASA Ditemukan Pakar Siber Indonesia

Probe yang saat ini digunakan untuk berburu makhluk asing mungkin tidak cukup sensitif untuk menemukan organisme tersebut, menurut sebuah makalah baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para peneliti mengeluarkan peringatan tersebut setelah menguji material yang diambil dari gurun Chili, di mana kondisinya agak mirip dengan area di Mars yang sedang dipelajari oleh penjelajah Perseverance.

img_title Ilmuwan Indonesia Kembangkan Tempe Generasi Baru

Mereka tahu bahwa daerah tersebut berisi kehidupan purba tetapi tidak dapat ditemukan menggunakan instrumen yang dibawa penjelajah. Sejak misi Viking pada 1970-an, banyak wahana telah dikirim ke planet merah untuk mencari kehidupan mikroba.

Sejauh ini, instrumen canggih pada Rover Curiosity and Perseverance NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa AS) hanya mengidentifikasi molekul organik sederhana tingkat rendah.

img_title Donald Trump Ingin AS Mampu Luncurkan dan Daratkan Roket 1.000 Kali Setahun

Para ilmuwan mengatakan hasil ini menimbulkan pertanyaan tentang keterbatasan peralatan ilmiah saat ini, melansir dari laman Independent, Kamis, 23 Februari 2023.

Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Armando Azua-Bustos dari Pusat Astrobiologi di Spanyol menguji versi instrumen yang saat ini berada di planet merah itu atau yang akan dikirim ke sana dalam waktu dekat.

Instrumen ini diuji di Batu Merah yang terletak di Gurun Atacama di Chile utara. Daerah ini dianggap sangat mirip dengan kondisi Mars dan mengandung banyak hematit, merupakan besi teroksidasi yang memberi Mars warna merah.

Para peneliti menganalisis sampel yang dikumpulkan dari sisa-sisa fosil sedimen di delta sungai yang terletak di gurun.

Endapan ini diperkirakan terbentuk dalam kondisi yang sangat gersang sekitar 160-100 juta tahun lalu dan secara geologis mirip dengan kawah Jezero di Mars yang saat ini sedang dipelajari oleh robot Perseverance.

Ilustrasi koloni manusia di Planet Mars.

Photo :
  • SpaceNews

Analisis mengungkapkan sejumlah biosignatures, molekul yang dapat digunakan sebagai bukti kehidupan masa lalu atau masa kini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para ilmuwan juga menemukan bahwa sampel Batu Merah mengandung banyak mikroorganisme yang sangat sulit diidentifikasi, yang mereka sebut sebagai 'mikrobioma gelap'.

“Kami menemukan bahwa di Batu Merah terdapat berbagai mikroorganisme yang sangat sulit untuk diklasifikasikan. Jadi kami mengusulkan istilah mikrobioma gelap yang mirip dengan materi gelap, yang diperkirakan membentuk bagian penting dari alam semesta," kata Azua-Bustos.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut