AI Berbahaya, Google hingga Microsoft Cuek Aja

Microsoft Bing.
Sumber :
  • Getty Images

VIVA Tekno – Pada pertengahan Maret tahun ini, Microsoft diketahui memberhentikan alias PHK seluruh tim etika organisasi kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence) yang mempengaruhi 10.000 karyawannya.

img_title Indonesia Diproyeksikan Jadi Salah Satu Pasar Perangkat Pintar dengan Pertumbuhan yang Menjanjikan di Asia Tenggara

Langkah tersebut membuat Microsoft tidak mempunyai tim khusus untuk memastikan prinsip-prinsip AI yang terkait erat dengan desain produk pada saat perusahaan berkeinginan menjadi pemimpin dalam AI, menurut mantan karyawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan dikatakan masih mempertahankan kantor AI yang bertugas membuat aturan dan prinsip untuk mengatur inisiatif AI Microsoft. Perusahaan mengatakan investasi keseluruhannya dalam pekerjaan tersebut tetap meningkat meskipun ada PHK.

img_title Fisik Mini, Performa Mumpuni

"Microsoft berkomitmen untuk mengembangkan produk dan pengalaman AI yang aman dan bertanggung jawab, dan melakukannya dengan berinvestasi pada manusia, proses, dan kemitraan yang memprioritaskan ini," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

“Selama enam tahun terakhir, kami telah meningkatkan jumlah orang di seluruh tim produk kami dan di dalam Kantor Penanggung Jawab AI. Kami semua di Microsoft bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kami menerapkan prinsip AI. Kami menghargai pekerjaan luar biasa yang dilakukan oleh Ethics & Society untuk membantu dalam perjalanan AI kami yang bertanggung jawab,” jelas perusahaan.

img_title Pesatnya Perkembangan AI dan Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Bagi Moral dan Kedamaian Global

Headset Microsoft.

Photo :
  • dw

Karyawan mengatakan bahwa tim etika dan masyarakat memainkan peran penting dalam memastikan prinsip AI Microsoft yang bertanggung jawab, yang tercermin dalam desain produk yang dibangun.

"Tugas kami adalah membuat aturan di area yang sebelumnya tidak ada," kata mereka. Kelompok kerja tersebut telah bekerja untuk mengidentifikasi risiko yang ditimbulkan oleh adopsi teknologi OpenAI oleh Microsoft di seluruh rangkaian produknya.

Tim etika dan masyarakat mencapai puncaknya pada tahun 2020 ketika memiliki sekitar 30 karyawan termasuk insinyur, desainer, dan filsuf. Pada bulan Oktober, tim dikurangi menjadi sekitar tujuh orang sebagai bagian dari reorganisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertemuan dengan tim, John Montgomery, Wakil Presiden AI memberi tahu karyawan bahwa pimpinan perusahaan telah menginstruksikan mereka untuk bergerak cepat.

"Tekanan dari (CTO) Kevin Scott dan (CEO) Satya Nadella, sangat, sangat tinggi untuk mengambil model OpenAI terbaru ini dan yang datang setelahnya dan memindahkannya ke tangan pelanggan dengan kecepatan yang sangat tinggi," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut