Negara di Afrika Berani Melawan Meta

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • Yahoo Finance

VIVA Tekno  – Pengadilan hubungan kerja dan tenaga kerja Kenya memutuskan pada hari Kamis bahwa mereka memiliki yurisdiksi untuk mendengar gugatan yang diajukan oleh sekelompok moderator konten terhadap Meta, perusahaan induk Facebook, dengan tuduhan 'pemecatan yang melanggar hukum'. 

img_title Kasus Febrie Adriansyah Segera ke Pengadilan, Tim 9 Kejagung Nyatakan Penyidikan Rampung

Hakim Matthews Nduma, dalam putusan menyatakan bahwa pengadilan tenaga kerja memiliki yurisdiksi untuk menentukan masalah dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanggar hukum dan tidak adil atas dasar redundansi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meta, yang juga pemilik Instagram dan WhatsApp mengajukan banding pada bulan Februari terhadap putusan yang mengatakan perusahaan dapat dituntut di negara Afrika Timur tersebut meskipun tidak memiliki kehadiran resmi di sana. 

img_title Lagi, Praperadilan Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Ditolak Hakim

Perusahaan Amerika Serikat tersebut membantah keputusan yang menyebut bahwa pengadilan Kenya memiliki yurisdiksi atas Meta setelah seorang mantan moderator konten mengajukan keluhan yang menuduh kondisi kerja yang buruk.

Bulan lalu, 43 moderator di pusat moderasi Facebook Nairobi mengajukan tuntutan terhadap perusahaan media sosial dan subkontraktor lokalnya, dikutip dari situs Russian Today, Sabtu, 22 April 2023.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta.

Photo :
  • Misrohatun Hasanah

Pengadu menuduh bahwa mereka kehilangan pekerjaan setelah mencoba membentuk serikat pekerja. Pekerja juga menuduh Sama 'memasukkan mereka ke daftar hitam' untuk melamar peran yang sama di perusahaan outsourcing lain, Majorel yang berbasis di Luksemburg, setelah Facebook mengganti kontraktor.

Pada 21 Maret, Nduma untuk sementara memblokir redundansi massal moderator konten, mencegah Meta dan Sama mengakhiri kontrak mereka pada akhir Maret hingga legalitas pemecatan mereka ditentukan. 

Meta juga untuk sementara dilarang mensubkontrakkan peran pekerja yang memoderasi konten Facebook untuk Afrika Timur dan Selatan.

Selain gugatan yang diajukan oleh moderator, yang jumlahnya kini bertambah menjadi 184, dan yang sebelumnya diajukan oleh mantan karyawan Afrika Selatan, perusahaan Mark Zuckerberg itu juga menghadapi pertarungan hukum di Kenya dari sebuah LSM lokal dan dua warga negara Ethiopia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pembuat petisi mengklaim bahwa perusahaan tersebut gagal menindak ujaran kebencian online di Afrika, menyerukan pembentukan dana kompensasi sebesar US$1,6 miliar untuk para korban.

Kamera tilang ETLE

Kena Tilang ETLE Jangan Harap Beres Cuma Bayar Denda, Kini Masuk Sistem Baru

Korlantas Polri memperkuat ETLE dengan sistem CJS yang menghubungkan polisi, pengadilan, dan kejaksaan, termasuk proses tilang, pembayaran denda, hingga pencatatan.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut