Alat Baca Pikiran akan Tersedia di Masa Depan

Ilustrasi membaca pikiran orang lain.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Kemampuan membaca pikiran mungkin akan segera bisa dilakukan. Para peneliti telah mengembangkan decoder ucapan non-invasif yang dapat menerjemahkan aktivitas otak menjadi kata-kata, sesuatu yang suatu hari nanti dapat membantu mereka yang kehilangan kemampuan berbicara.

img_title Stroke Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Ketahui Cara Penanganan yang Tepat Sebelum Terlambat

Menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI), tim dari University of Texas telah menciptakan antarmuka otak-komputer yang mampu menghasilkan kalimat lengkap berdasarkan apa yang dipikirkan orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dekoder bahasa sebelumnya sering membutuhkan operasi otak invasif untuk berfungsi, sementara hambatan umum untuk dekoder eksternal adalah kecepatan bahasa Inggris lisan dibandingkan dengan kecepatan fMRI yang dapat mendeteksi aktivitas otak.

img_title Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

Gambar otak tunggal dapat dipengaruhi oleh lebih dari 20 kata. Untuk mengatasinya, tim merekam tiga subjek yang mendengarkan cerita naratif selama 16 jam untuk melatih model memetakan aktivitas otak yang tidak hanya terkait dengan kata-kata tertentu, tetapi juga frasa.

Algoritma kemudian digunakan untuk mencari urutan terbaik berdasarkan sinyal otak yang 'relatif lambat'. "Tujuannya adalah merekam aktivitas otak pengguna dan memprediksi kata-kata yang didengar, diucapkan, atau dibayangkan pengguna," kata penulis utama Jerry Tang.

img_title Dari Deteksi Dini hingga Pengobatan, Ini Tantangan Layanan Kanker di Kawasan Industri Bekasi

Ilustrasi membaca pikiran seseorang

Photo :
  • U-Report

Tang berharap inovasi ini dapat membantu orang yang kehilangan kemampuan berbicara, misal mereka yang menderita cedera otak seperti stroke, atau penyakit seperti ALS (suatu bentuk penyakit neuron motorik).

Rekan penulis Alex Huth, dari HuthLab Universitas, mengatakan perbedaan utama antara dekoder dan model non-invasif lainnya adalah area otak yang dipetakan, melansir dari laman Metro, Selasa, 2 Mei 2023.

"Sebagian besar sistem yang ada bekerja dengan melihat tahap terakhir dari keluarnya ucapan," kata Mr Huth. Mereka merekam dari area motorik otak, area yang mengontrol mulut, laring, dan lidah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa yang mereka pecahkan adalah bagaimana orang tersebut mencoba menggerakkan mulutnya untuk mengatakan sesuatu, yang bisa efektif dan digunakan pada orang dengan sindrom terkunci.

"Sistem kami bekerja pada tingkat yang sangat berbeda, ia bekerja pada tingkat ide, semantik, dan makna. Itulah sebabnya apa yang kami keluarkan bukanlah kata-kata persis yang didengar atau diucapkan seseorang. Itu adalah ide yang sama tetapi kadang-kadang diungkapkan dengan kata-kata yang berbeda," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut