Seseorang Bisa Mati karena Patah Hati

Ilustrasi patah hati.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Tekno – Pernahkah kamu merasa sedih dan patah hati yang teramat hingga tiba-tiba merasa dada sakit? Ternyata, menurut studi, seseorang bisa meninggal gara-gara patah hati! Berikut penjelasannya.

img_title 7 Bahasa Tubuh yang Menunjukkan Seseorang Sedang Menyimpan Banyak Stres

Patah hati mungkin memiliki konsekuensi medis yang nyata dan serius. Dampak fisik dari kesedihan atau kehilangan bahkan bisa berakibat fatal, yang berarti perhatian medis segera sangatlah penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ya, secara teknis kamu bisa mati karena patah hati. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di dunia, satu dari setiap lima kematian. Sementara faktor-faktor seperti diabetes, diet, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung, stres (yang mungkin termasuk dampak emosional dari patah hati) juga dapat berperan.

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Sakit Jantung

Photo :
  • vstory

"Stres dapat memicu serangan jantung yang “khas” dan orang bisa meninggal karenanya," kata Dr. Harmony Reynolds, direktur Pusat Penelitian Kardiovaskular Wanita Sarah Ross Soter di NYU Langone.

img_title Polda Metro Ungkap Nasib Kasus Sutrimo, Bisa Dibuka Lagi Jika Bukti Baru Muncul

Contoh umum dari "mati karena patah hati" adalah seseorang yang meninggal tak lama setelah kehilangan pasangan.

"Beberapa di antaranya dikarenakan penyakit jantung atau serangan jantung, saya rasa kita tidak sepenuhnya mengerti mengapa itu bisa terjadi," kata Reynolds. "Itu hanya salah satu dari banyak bukti bahwa stres adalah pemicu penyakit kardiovaskular."

Menderita patah hati adalah kondisi nyata dan berbahaya yang dihadapi banyak orang di dunia. Sindrom ini dinamakan Sindrom Takotsubo, yang juga dikenal sebagai sindrom patah hati.

Apa itu sindrom patah hati?

Sindrom Takotsubo adalah kondisi jantung sementara yang sering disebabkan oleh tekanan stres pada mental atau fisik seperti ketika menghadapi kehilangan akibat kematian orang yang dicintai. Ini merupakan sekitar 1% dari semua sindrom koroner akut dan seringkali terasa tidak dapat dibedakan dari serangan jantung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melemahnya otot jantung secara tiba-tiba kemungkinan besar terjadi karena sistem saraf otonom tidak seimbang, kata Reynolds. Penyebabnya mungkin stres fisik atau emosional, tetapi dia melihat sekitar sepertiga kasus dengan penyebab stres yang tidak dapat diidentifikasi.

Namun, gejala sindrom Takotsubo tidak secara langsung bisa terjadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut