Hacker 'Masih Sayang' Indonesia

Peretas atau hacker.
Sumber :
  • ABC News

Backdoors

img_title Pertamina Patra Niaga Bagikan 8.100 Porsi Makanan di Harpelnas 2026, UMKM Masak Pakai Bright Gas Serentak di 8 Kota

Ancaman ketiga yang paling umum adalah backdoors. Ini adalah salah satu jenis malware paling berbahaya karena, begitu mereka menembus perangkat korban, itu akan langsung memberikan kendali jarak jauh kepada penjahat siber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka dapat menginstal, meluncurkan dan menjalankan program tanpa persetujuan atau sepengetahuan pengguna. Setelah diinstal, backdoor dapat diinstruksikan untuk mengirim, menerima, mengeksekusi dan menghapus file, mengambil data rahasia dari komputer, mencatat aktivitas, dan banyak lagi.

img_title Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Not-a-virus

Aplikasi yang mungkin tidak diinginkan (Potentially unwanted applications / PUA) yang mungkin terinstal secara tidak sengaja di perangkat Anda diberi label “bukan virus” oleh solusi kami.

img_title Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Meskipun ancaman-ancaman tersebut termasuk kategori paling luas dan dapat digunakan oleh penjahat siber untuk menimbulkan kerugian, namun pada dasarnya itu tidak berbahaya.

Kendati demikian, perilakunya mengganggu, bahkan terkadang berbahaya, dan antivirus memperingatkan pengguna karena, meskipun legal, mereka sering kali menyelinap ke dalam perangkat tanpa disadari oleh pengguna.

Penjahat siber berupaya mengirimkan malware ini dan malware lainnya serta perangkat lunak yang tidak diinginkan ke perangkat karyawan dengan menggunakan cara apa pun yang diperlukan, seperti eksploitasi kerentanan, email phishing, dan pesan teks palsu.

Bahkan, sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis, seperti tautan YouTube, dapat digunakan untuk menargetkan UMKM, karena karyawan mereka sering kali menggunakan perangkat yang sama dalam bekerja dan urusan pribadi.

Salah satu metode yang sering digunakan untuk meretas ponsel cerdas karyawan adalah dengan menggunakan metode “smishing” (kombinasi SMS dan phishing). Korban menerima tautan melalui SMS, WhatsApp, Facebook Messenger, WeChat atau aplikasi perpesanan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika pengguna mengklik link tersebut, kode berbahaya diunggah ke sistem. “Keamanan siber adalah sesuatu yang harus ditanggapi dengan serius oleh UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami siap membantu memetakan perjalanan dalam membangun bisnis yang lebih aman,” tegas Yeo.

Metaoffice Kaspersky.

Photo :
  • Kaspersky

Telkomsel Enterprise melalui DigiAds membantu bisnis menghubungkan aktivitas pemasaran digital dengan aksi konsumen

Dari Ponsel untuk UMKM, Telkomsel Enterprise Dorong Pemasaran yang Lebih Terukur

Lebih dari 20.000 konsumen mencoba Rinso melalui warung DigiPOS, dalam kampanye yang turut berkontribusi pada pertumbuhan penjualan General Trade di Jawa Barat.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut