Zanubis, Trojan Android yang Mencuri Data Finansial dan Kripto
- Homeland Security Today
VIVA Digital – Zanubis, trojan perbankan Android, muncul pada Agustus 2022 yang menargetkan pengguna keuangan dan kripto di Peru.
Dengan meniru aplikasi Android Peru yang sah maka aplikasi ini sukses melakukan phishing atau penipuan terhadap pengguna agar memberi izin aksesibilitas sehingga menyerahkan kendali secara penuh atas perangkat tersebut.
Pakar keamanan siber Kaspersky membeberkan cara kerja Zanubis:
- Trojan ini dikirimkan melalui SMS atau tautan phishing.
- Setelah diinstal, Zanubis akan menyamar sebagai aplikasi Android yang sah, seperti aplikasi perbankan atau cryptocurrency.
- Trojan ini akan meminta pengguna untuk memberikan izin aksesibilitas, yang memungkinkannya untuk mengambil alih kontrol atas perangkat.
- Setelah mendapatkan izin aksesibilitas, Zanubis akan mulai mencuri data dari aplikasi yang sedang digunakan pengguna, seperti nomor rekening, PIN, dan kata sandi.
- Data yang dicuri akan dikirim ke server kontrol jarak jauh.
"Penjahat siber (hacker) tidak akan berhenti mengejar keuntungan moneter, kini semakin merambah dunia aset kripto, dan bahkan menyamar sebagai lembaga pemerintah untuk mencapai tujuan mereka. Laporan intelijen memainkan peran penting dalam mengikuti perkembangan alat berbahaya dan teknik terbaru para hacker," ungkap Tatyana Shishkova, Peneliti Keamanan Utama Kaspersky.
Ilustrasi Trojan yang bersarang di Google Play Store.
- Kaspersky
Bukan itu saja. Zanubis telah berevolusi secara signifikan sejak pertama kali terdeteksi. Pada April 2023, Zanubis mulai menyamar sebagai aplikasi resmi SUNAT – badan pemerintahan Peru yang bertanggung jawab untuk administrasi perpajakan. Zanubis juga menjadi lebih canggih dalam kemampuannya untuk mencuri data pribadi dan penting.
Zanubis dikaburkan dengan bantuan Obfuscapk, obfuscator populer untuk file APK Android. Setelah mendapat izin untuk mengakses perangkat, trojan ini menipu korban dengan memuat situs web SUNAT asli menggunakan WebView, sehingga tampak sah.
Untuk berkomunikasi dengan server pengontrol, Zanubis menggunakan WebSockets dan perpustakaan yang disebut Socket.IO. Hal ini memungkinkannya untuk beradaptasi dan tetap terhubung meskipun terdapat masalah.
Tidak seperti malware lainnya, Zanubis tidak memiliki daftar aplikasi target yang tetap. Sebaliknya, trojan tersebut bisa diprogram dari jarak jauh untuk mencuri data pribadi ketika aplikasi tertentu sedang aktif.