Pebisnis di Indonesia Masih Terancam

Bendera Indonesia.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA Tekno – Dari Januari hingga Desember 2023, Kaspersky telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 13 juta ancaman web dari solusi keamanannya untuk bisnis di Asia Tenggara.

img_title Event Mingguan GTA Online 17-23 September Dimulai, Pemain Bisa Kejar Hadiah Baru

Data historis dari perusahaan keamanan siber asal Rusia ini mengungkapkan adanya lonjakan sebesar 31 persen dibandingkan dengan jumlah yang terdeteksi pada 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka, setiap harinya, penjahat dunia maya atau hacker meluncurkan rata-rata 36.552 serangan online yang menargetkan bisnis di wilayah tersebut pada tahun lalu.

img_title Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Ancaman berbasis web, atau ancaman online, adalah kategori risiko siber yang dapat menyebabkan kejadian atau tindakan yang tidak diinginkan melalui internet.

Ancaman web dimungkinkan oleh kerentanan pengguna akhir, pengembang / operator layanan web, atau layanan web itu sendiri.

img_title Manusia Jadi Celah Terbesar Kejahatan Siber

Terlepas dari tujuan atau penyebabnya, konsekuensi dari ancaman web dapat merugikan individu dan organisasi.

Pebisnis di Indonesia masih menjadi target utama hacker dengan 4,97 juta serangan. Meski angka ini turun dari tahun lalu yang mencapai 6,42 juta serangan.

Lalu, Filipina juga menjadi target kedua hacker dengan 1,69 juta serangan. Angka ini melonjak 243 persen dibandingkan 2022 atau hanya 492,5 ribu serangan.

Selanjutnya, pebisnis di Singapura juga menghadapi 86 persen lebih banyak ancaman web dibandingkan tahun lalu (dari 889 ribu menjadi 1,65 juta serangan).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Thailand mengalami peningkatan yang lebih kecil namun masih signifikan sebesar 24 persen (dari 1,23 juta menjadi 1,53 juta serangan) dalam hal ancaman berbasis web.

"Tahun ini seharusnya menjadi tahun bagi dunia usaha untuk mengambil satu langkah lebih maju dalam keamanan siber mereka. Era dimana firewall dasar dan solusi titik akhir saja sudah cukup itu sudah berlalu cukup lama. Portofolio solusi dan layanan keamanan yang adaptif dan berbasis intelijen adalah kebutuhan saat ini,” kata Manajer Umum Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, Senin, 27 Mei 2024.

Ilustrasi Pajak.(istimewa/VIVA)

Pajak Seller Marketplace Mulai 1 Oktober 2026, Ini yang Perlu Diketahui Penjual Online

Mulai 1 Oktober 2026, empat marketplace ditunjuk memungut PPh 22 seller sebesar 0,5 persen. Simak aturan, mekanisme pemungutan, dan hal yang perlu disiapkan penjual.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut