6 Perbedaan Otak Atlet dan Bukan

Ilustrasi olahraga atletik.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta, VIVA – Otak seorang atlet memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dari orang biasa.

img_title Tiga Petenis Indonesia Tumbang di Kualifikasi M-15 Men's World Tennis Championship 2026 Seri 5

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fisik seorang atlet tidak hanya terletak pada kekuatan otot, tetapi juga pada kemampuan otak yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari Live Science, berikut ini perbedaan otak atlet dari orang biasa.

img_title Bukan Sekadar Balapan, Pacuan Kuda Indonesia Kini Bidik Panggung Internasional

1. Pemrosesan Isyarat Visual

ilustrasi turnamen sepakbola usia dini

Photo :
  • istimewa

img_title Jangan Cuma Kejar Nilai Anak, 3 Hal Ini Ternyata Penting untuk Perkembangan Kognitif

ilustrasi turnamen sepakbola usia dini

Photo :
Atlet memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap informasi visual dan membuat keputusan cepat berdasarkan informasi tersebut.

Misalnya, pemain sepak bola atau basket mampu melihat dan memproses gerakan di sekitar mereka dengan cepat.

Penelitian menunjukkan bahwa atlet profesional lebih baik dalam memproses “pemandangan visual dinamis” daripada amatir atau orang biasa.

Ini memungkinkan mereka untuk fokus pada objek yang bergerak dan membuat keputusan dengan kecepatan tinggi.

2. Memori Otot

Ilustrasi senam artistik

Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Memori otot adalah kemampuan untuk melakukan serangkaian gerakan tanpa berpikir secara sadar. Atlet seperti pesenam dan penyelam sangat bergantung pada kemampuan ini.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa otak atlet merencanakan dan mengkoordinasikan gerakan berulang dengan cepat melalui integrasi informasi yang kemudian disimpan dalam satu rangkaian aktivitas otak yang terkoordinasi.

3. Kemampuan Prediksi

Bisbol Putra Indonesia Kalah 2-10 dari Pakisi

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Bisbol Putra Indonesia Kalah 2-10 dari Pakisi

Photo :
Dalam olahraga seperti bisbol, seorang pemukul harus mampu memprediksi dengan tepat arah dan kecepatan bola yang dilempar.

Penelitian menunjukkan bahwa otak atlet mengalami perubahan aktivitas ketika mereka membuat prediksi, yang memungkinkan mereka untuk merespons lebih cepat dan lebih akurat terhadap isyarat visual.

4. Keterampilan Menjaga Keseimbangan

Akrobatik

Photo :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

Atlet akrobatik, seperti pesenam, memiliki kemampuan proprioseptif yang luar biasa, yaitu kemampuan untuk merasakan posisi tubuh mereka di ruang.

Jaringan neuron di otak kecil memungkinkan mereka untuk dengan cepat menyesuaikan posisi tubuh mereka saat melakukan gerakan rumit di udara atau menjaga keseimbangan pada peralatan.

5. Fokus dan Perhatian

Timnas dayung Indonesia di Kejuaraan Dayung Perahu Naga Asia 2022.

Photo :
  • Istimewa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atlet harus mampu membagi perhatian mereka secara efektif dan beralih dengan cepat antara berbagai pola pikir.

Penelitian menunjukkan bahwa atlet yang berlatih olahraga tim memiliki fleksibilitas kognitif yang lebih baik dan kemampuan untuk mengalokasikan perhatian mereka secara tepat dibandingkan dengan orang biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut