Mengenal Perbedaan Galon PET dan BPA

Ilustrasi galon.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VIVA – Air minum dalam kemasan galon menjadi kebutuhan utama bagi banyak masyarakat di Indonesia, terutama di daerah perkotaan. Namun, isu mengenai kandungan Bisphenol-A (BPA) dalam galon berbahan polikarbonat mulai menjadi perhatian.

img_title Apa yang Terjadi pada Material Galon Setelah Dipakai Bertahun-tahun?

BPA merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam produksi plastik dan dapat larut ke dalam air minum, terutama jika galon terpapar panas atau mengalami proses pencucian yang tidak tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa paparan BPA dalam jumlah tertentu dapat berpotensi mengganggu keseimbangan hormon serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya.

img_title Galon Guna Ulang Berusia Lama Ancam Kesehatan: Waspadai Risiko Paparan BPA

Komunitas Konsumen Indonesia mengungkap hasil investigasi terkait distribusi air minum dalam kemasan galon guna ulang. Berdasarkan temuan mereka, produsen tersebut memproduksi dua jenis galon, yakni galon berbahan polikarbonat yang mengandung BPA dan galon berbahan PET yang bebas BPA.

Namun, distribusi kedua jenis galon ini tidak merata dan dilaporkan untuk PET hanya terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta, Manado, dan Bali. Sementara itu, di banyak kota lainnya, galon yang beredar masih didominasi oleh jenis yang mengandung BPA.

img_title BPKN-KPAI Tegaskan Praktik Pemasaran Produk AMDK Pakai Foto Balita Adalah Menyesatkan

“Kami menemukan adanya perbedaan dalam distribusi produk ini. Galon bebas BPA lebih mudah didapatkan oleh kalangan menengah ke atas, sedangkan masyarakat dengan pendapatan lebih rendah umumnya hanya memiliki akses ke galon yang mengandung BPA,” ujar Ketua KKI, David Tobing, dikutip Selasa 4 Februari 2025.

Ilustrasi galon.

Photo :
  • Pixabay

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KKI menekankan bahwa setiap konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai produk yang mereka gunakan, termasuk potensi risiko kesehatannya.

“Semua konsumen memiliki hak yang sama untuk mendapatkan produk yang aman dan sehat, tanpa terkecuali,” tuturnya

Ilustrasi galon.

Riset Ungkap Galon Guna Ulang Tak Terkait Risiko Kanker dan Gangguan Hormon, Simak Faktanya

Penelitian mengungkap air minum galon guna ulang yang penuhi standar keamanan pangan, tak terbukti menyebabkan kanker, gangguan hormon, maupun gangguan sistem reproduksi.

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut