Mau Dingin Tapi Irit? Ini Kelebihan dan Kekurangan Air Cooler vs AC Portable

Kelebihan dan Kekurangan Air Cooler vs AC Portable
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Iklim tropis Indonesia yang panas membuat banyak orang mulai mencari solusi pendingin ruangan yang efisien tanpa bikin kantong jebol. Nah, dua perangkat yang bisa jadi pilihan masyarakat adalah air cooler dan AC portable.

img_title Mitos vs Fakta AC Inverter: Mudah Rusak dan Boros Listrik?

Keduanya sama-sama diklaim praktis, mudah dipindahkan, dan tidak butuh instalasi ribet seperti AC dinding. Tapi, apakah keduanya memberikan efek dingin yang sama? Dan, mana yang lebih hemat listrik untuk penggunaan harian di rumah? Yuk, kita bedah satu per satu kelebihan dan kekurangannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Air Cooler: Ademnya Lembut, Tagihan Listrik Tetap Aman

img_title AC Inverter vs AC Biasa, Apa Perbedaan Teknologi Pendinginnya dan Dampaknya pada Listrik?

Air cooler, atau sering disebut pendingin udara evaporatif, bekerja dengan prinsip penguapan air alami. Udara panas disedot ke dalam alat, lalu dialirkan melewati bantalan berisi air dingin dan es batu, sebelum akhirnya dihembuskan kembali dalam bentuk udara lembap yang sejuk.

Kelebihan Air Cooler:

img_title Musim Kemarau bikin AC Lebih Sering Menyala, 5 Cara agar Tetap Hemat Listrik
  • Hemat listrik luar biasa. Konsumsi dayanya hanya sekitar 50–100 Watt, bahkan lebih irit dibanding kipas angin berdiri besar. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk rumah tangga dengan daya terbatas atau pengguna yang ingin menekan biaya listrik bulanan.
  • Harga lebih ramah kantong. Air cooler banyak dijual di kisaran harga yang jauh lebih murah dibanding AC portable.
  • Tidak perlu instalasi. Cukup isi air dan colok ke listrik, langsung bisa digunakan di mana saja.
  • Baik untuk udara kering. Karena menambah kelembapan, air cooler cocok digunakan di daerah yang udaranya panas dan kering seperti kawasan perumahan di kota besar atau pinggiran pantai.

Kekurangan Air Cooler:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Tidak benar-benar mendinginkan suhu ruangan. Efeknya hanya terasa di area sekitar alat, bukan di seluruh ruangan.
  • Meningkatkan kelembapan udara. Jika digunakan di ruangan tertutup tanpa ventilasi, udara bisa terasa pengap dan lembap berlebihan.
  • Perawatan rutin. Air di tangki harus sering diganti agar tidak bau, dan filter pendingin perlu dibersihkan secara berkala.

Singkatnya, air cooler paling cocok buat Anda yang tinggal di daerah panas kering, punya bujet terbatas, dan hanya butuh penyejuk ringan untuk ruang semi-terbuka seperti teras atau ruang tamu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut