Ramadhan hingga Idul Fitri 2026 Tanpa Sinyal Lemot

Menkomdigi Meutya Hafid.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Jakarta, VIVA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah menyiagakan 386 posko digital dan sistem pemantauan terpadu untuk menjaga kualitas jaringan, keselamatan transportasi, dan transaksi masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

img_title Menkomdigi Buka Suara soal Ancaman Pemutusan Kabel Internet RI oleh Politisi Singapura

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung mobilitas publik selama arus mudik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, setiap Ramadan dan Idul Fitri trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial.

img_title Menkomdigi Bantah Batasi Konten Karhutla

"Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” katanya di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Untuk periode siaga 15–29 Maret, Kemkomdigi menyiapkan 386 posko siaga yang tersebar di seluruh Indonesia.

Posko tersebut terdiri atas 5 posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang akan bersiaga 24 jam memantau kualitas layanan dan potensi gangguan jaringan.

img_title Kampanyekan Jurnalisme Berkualitas, Forum Pemred Gelar FP Run for Good Journalism 2026

Menkomdigi mengaku juga mengoperasikan dasbor pemantauan terpadu yang memungkinkan pemantauan fisik kepadatan arus dan kualitas sinyal seluler secara real time.

Data tersebut akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga guna mendeteksi potensi hambatan, baik di jalur transportasi maupun pada trafik komunikasi digital.

Meutya Hafid mengungkapkan, pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), kecepatan internet berhasil dijaga pada rata-rata 80 Mbps untuk unduh dan 35–36 Mbps untuk unggah.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan mudik Lebaran tahun lalu yang berada di angka 44,75 Mbps (unduh) dan 24,43 Mbps (unggah).

“Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan panggilan video, mengakses peta digital, hingga transaksi online tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Selain menjaga kualitas layanan, Kemkomdigi memperkuat pengawasan spektrum frekuensi demi menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk kereta cepat Whoosh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan, pada Nataru kemarin sempat terjadi interferensi frekuensi yang berpotensi mengganggu operasional, namun berhasil ditangani dalam hitungan menit melalui koordinasi cepat di lapangan.

Dalam aspek perlindungan publik, Kemkomdigi meningkatkan patroli siber dan spektrum untuk mengantisipasi maraknya penipuan melalui fake BTS yang kerap menyasar titik kemacetan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut