Eksplorasi Tanpa Melupakan Identitas

Jessica Josephine Purwadi dengan 'Tree of Literacy' yang puitis.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA – Di tengah arus modernisasi, para talenta muda Indonesia kini justru menoleh kembali ke akar tradisi, menjadikannya napas utama dalam menciptakan ruang yang 'memiliki jiwa' dan berkelanjutan.

img_title Modernisasi Pesawat Hercules C-130, Bukti Kapabilitas Industri Pertahanan Dalam Negeri

Dunia desain interior dan arsitektur saat ini tidak lagi hanya bicara soal estetika minimalis atau fungsi yang kaku. Ada sebuah pergeseran menarik yang dibawa oleh generasi desainer muda, yakni pencarian jati diri melalui narasi budaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Desain masa kini menuntut pendekatan 'human-centered' untuk menerjemahkan kebutuhan manusia akan koneksi—baik itu koneksi dengan sesama, alam, maupun identitas budayanya sendiri.

img_title Siapkan Talenta Muda Siap Kerja Industri, IWIP Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia

Hal itu sejalan dengan peluncuran Trend Beyond Colours (TBC) 2026/27 bertajuk Resonate yang tercermin jelas dalam ajang AYDA Awards 2025/26 yang diinisiasi Nippon Paint.

Dengan tema 'Converge: Crafting Cultural Legacies', kompetisi ini menjadi panggung dimana warisan budaya tidak lagi dianggap kuno, melainkan ditransformasi menjadi solusi desain modern yang relevan secara sosial dan lingkungan.

img_title Kedatangan Alat Canggih Raksasa dari China Bagian dari Modernisasi

"Kami mendorong lahirnya generasi desainer yang tidak hanya mengedepankan solusi tapi juga memiliki kepekaan budaya dan sosial. Desainer muda saat ini mampu menerjemahkan narasi ruang secara berani, otentik, dan sangat relevan dengan isu keberlanjutan masa kini," ungkap Senior Marketing Manager Nippon Paint Indonesia, Linda Kam.

Alhasil, dua karya luar biasa berhasil membuktikan bahwa budaya lokal punya daya saing global: 

- Syaukat Firdausi (UGM) melalui karyanya “Hanging Garden of Malioboro” yang merespons ruang publik legendaris Yogyakarta.

- Jessica Josephine Purwadi (Binus University) dengan desain interior “Tree of Literacy” yang puitis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya kini bersiap membawa nama Indonesia ke ajang AYDA International Awards 2026 di Bangkok, Thailand, bersaing dengan 17 negara untuk memperebutkan beasiswa prestisius di Harvard Graduate School of Design, Amerika Serikat (AS).

"Kami membuktikan bahwa mendukung ekosistem desain berarti memberikan ruang bagi talenta muda untuk bereksplorasi tanpa melupakan identitas," jelas Linda.

Bukan Cuma IPK, Kemampuan Problem Solving Makin Bernilai di Dunia Kerja

Bukan Cuma IPK, Kemampuan Problem Solving Makin Bernilai di Dunia Kerja

Kemampuan problem solving dan berpikir logis kian saat ini penting di dunia kerja. Kompetensi ini diuji dalam kompetisi TGML 2026 yang menjaring talenta muda.

img_title
VIVA.co.id
4 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut