Bukan Cuma IPK, Kemampuan Problem Solving Makin Bernilai di Dunia Kerja
Jakarta, VIVA – Perubahan teknologi dan lanskap dunia kerja membuat kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah semakin memiliki nilai ekonomi. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan individu dengan latar belakang pendidikan yang baik, tetapi juga talenta yang mampu menganalisis persoalan, mengambil keputusan, dan menemukan solusi dalam situasi yang penuh tekanan.
Kemampuan tersebut mencakup logika berpikir, critical thinking, problem solving, ketelitian hingga kemampuan mengambil keputusan. Kompetensi ini menjadi semakin relevan ketika pekerja dihadapkan pada persoalan yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Gambaran mengenai pentingnya kemampuan tersebut terlihat dalam penyelenggaraan The Genius Math League (TGML) 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026.
Kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan untuk menguji kemampuan matematika sekaligus cara mereka berpikir dalam menghadapi persoalan.
People Data & Analytic Division Head TechConnect, Mohammad Hermawan mengatakan TGML menjadi salah satu upaya untuk mencari dan mengenali bibit talenta muda Indonesia, khususnya mereka yang memiliki kemampuan teknik dengan basis matematika yang kuat.
Bukan Sekadar Menguasai Matematika
TGML 2026 tidak hanya menguji seberapa jauh peserta mampu menyelesaikan soal matematika. Kompetisi tersebut juga menguji sejumlah kemampuan yang berkaitan langsung dengan cara seseorang menghadapi persoalan.
Dalam Regional Offline Qualification Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, peserta diuji melalui persoalan matematika, kemampuan berpikir logis, critical thinking, problem solving, ketelitian, hingga pengambilan keputusan di bawah tekanan waktu.
Kemampuan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja karena persoalan yang dihadapi pekerja tidak selalu memiliki jawaban yang tersedia secara langsung.
Talenta yang mampu memahami masalah, memilah informasi, menentukan prioritas, kemudian mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam berbagai bidang pekerjaan.
Dengan demikian, kompetensi problem solving tidak berhenti pada kemampuan akademis. Kemampuan tersebut juga dapat menjadi modal ketika seseorang memasuki lingkungan profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan persoalan.
Kompetisi Lintas Jenjang Uji Cara Berpikir
Hermawan menjelaskan, salah satu karakter TGML 2026 adalah kompetisi lintas jenjang. Peserta tidak hanya berhadapan dengan orang yang memiliki tingkat pendidikan sama, tetapi juga dengan peserta yang mempunyai pengalaman dan latar belakang pendidikan berbeda.