Bukan Cuma IPK, Kemampuan Problem Solving Makin Bernilai di Dunia Kerja
"Salah satu karakter TGML 2026 adalah kompetisi lintas jenjang. Peserta tidak hanya berhadapan dengan peserta dari tingkat pendidikan yang sama, tapi juga dengan mereka yang memiliki pengalaman dan latar belakang pendidikan berbeda," kata Hermawan dalam keterangannya, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut dia, konsep tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus cara berpikir mereka dalam situasi kompetitif.
Artinya, proses kompetisi tidak hanya melihat hasil akhir dari persoalan yang dikerjakan. Peserta juga dihadapkan pada situasi yang mengharuskan mereka menggunakan logika, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan.
Ratusan Talenta Lolos Menuju Grand Final
Dalam kualifikasi regional di Cikarang, peserta melewati beberapa tahapan kompetisi. Tahapan tersebut terdiri dari Elimination Circuit, Precision Sprint, hingga Gauntlet.
Setelah rangkaian kualifikasi serupa digelar di berbagai wilayah, sekitar 300 peserta telah berhasil mencapai tahapan menuju Grand Final TGML 2026.
Cikarang menjadi kota terakhir dalam rangkaian Regional Offline Qualification TGML 2026. Dari tahapan tersebut, tiga peserta berhasil menjadi finalis dan memperoleh tiket menuju Grand Final.
Ketiga finalis tersebut adalah:
- Melvin Warren Tjok, siswa kelas 7 SMP Kharisma Bangsa.
- David Chandra Winianto, siswa kelas 9 SMPK Penabur Gading Serpong.
- Vania Wachid, mahasiswi Fakultas Teknik Informatika, ITS.
Hermawan mengatakan para peserta yang berhasil melewati rangkaian seleksi telah menjadi bagian dari talenta yang lolos dari proses kompetisi tersebut.
"Artinya, para peserta telah menjadi bagian dari talenta-talenta terbaik yang telah melewati proses seleksi. Maka mari manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, berikan kemampuan terbaik, dan terus semangat untuk mengembangkan potensi yang kalian miliki," ujarnya.
Kemampuan Berpikir Jadi Modal Menghadapi Perubahan
Perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap kemampuan manusia di dunia kerja ikut berubah. Ketika berbagai proses semakin terdigitalisasi, kemampuan untuk memahami persoalan dan menentukan solusi menjadi salah satu kompetensi yang tetap membutuhkan peran manusia.
Dalam konteks tersebut, kemampuan berpikir logis, critical thinking dan problem solving menjadi keterampilan yang dapat membantu seseorang menghadapi tantangan yang tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengetahuan teoritis.
TGML 2026 menjadi salah satu wadah untuk menguji kemampuan tersebut sejak jenjang pendidikan. Para peserta tidak hanya ditantang untuk mengetahui jawaban, tetapi juga menghadapi persoalan dengan batasan waktu dan situasi kompetitif.