Menguak Fakta Ilmiah Emosi 'Senggol Bacok'

Ilustrasi tidur pulas.
Sumber :
  • Unsplash

Jakarta, VIVA – Memperingati World Sleep Day (Hari Tidur Sedunia) yang tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, kesadaran akan pentingnya kualitas istirahat menjadi lebih krusial dari sebelumnya.

img_title Sulit Tidur Nyenyak? Perempuan Lebih Rentan Mengalami 3 Gangguan Ini Dibandingkan Laki-laki

Bulan suci seringkali dimulai dengan semangat tinggi untuk beribadah dan harapan menurunkan berat badan. Namun, realita di lapangan sering berkata lain: emosi menjadi labil dan tubuh terasa lemas meski makan banyak saat sahur atau berbuka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak yang mengira rasa lemas dan sumbu pendek (mudah marah atau emosi) saat puasa semata-mata karena lapar dan haus. Padahal, penyebab utamanya adalah kekacauan jam biologis tubuh.

img_title Sulit Tidur Nyenyak? Ini 3 Faktor yang Lebih Sering Dialami Perempuan Dibandingkan Laki-laki

Sleep Coach, Vishal Dasani menjelaskan bahwa selama bulan puasa, tantangan tubuh bukan hanya durasi tidur yang berkurang karena sahur, tetapi juga perubahan waktu makan yang memaksa tubuh mencerna saat seharusnya beristirahat. Kondisi ini dikenal sebagai circadian misalignment.

"Tantangan terbesar saat Ramadan bukan pada menahan lapar, tapi pada manajemen tidur. Data menunjukkan bahwa proporsi tidur REM (Rapid Eye Movement) bisa anjlok drastis dari yang normalnya 24% menjadi hanya 10% atau kurang selama bulan puasa," ujar Vishal, Senin, 16 Maret 2026.

img_title Kesehatan Mental Tak Cukup dengan Curhat, Kenali Pentingnya Mengelola Emosi dan Luka Batin

"Fase REM ini krusial untuk regulasi emosi dan pemrosesan mental. Ketika Fase ini berkurang drastis - performa kerja menurun, sulit berpikir jernih serta kritis, dan secara psikologis kita jadi lebih mudah tersulut emosi atau cranky," tambahnya.

Banyak masyarakat kita terjebak dalam pola pikir "cadangan energi", di mana mereka mengonsumsi karbohidrat berlebih saat sahur dengan harapan energi akan bertahan seharian. Padahal, secara ilmiah, konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar—seperti nasi putih porsi ganda, mi instan, atau teh manis—justru menjadi bumerang.

Smartwatch Garmin.

Photo :
  • Dok. Garmin

Tips praktis dari Garmin agar tetap bugar selama Ramadan:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1.    Prioritaskan Kualitas Tidur: Gunakan watch face terbaru dan fitur Sleep Monitoring Garmin untuk memastikan Anda mendapatkan Deep Sleep pasca-Tarawih. Coba lakukan power nap (tidur siang 20 menit) untuk menebus ketertinggalan tidur.

2.    Nutrisi Cerdas: Perbanyak protein dan serat saat sahur untuk menjaga Body Battery awet seharian, serta hindari gula berlebih. Disarankan untuk konsumsi elektrolit atau air kelapa murni ketika sahur untuk menjaga hidrasi tubuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut