'Burnout' Bukan Drama, Data Ini Tunjukkan Bukti Nyata

Ilustrasi perempuan bekerja.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA - Momen setelah Lebaran sering kali menjadi ujian terberat bagi kesehatan ibu. Di saat asisten rumah tangga atau ART belum kembali dan tumpukan cucian menggunung, sisa lelah dari rutinitas puasa serta jetlag mudik sering kali memicu burnout.

img_title Minecraft Preview 26.70.20 Hadirkan Es Rapuh dan Playlist Musik, Eksplorasi Kini Makin Menantang

Di tengah kesibukan yang seakan tak ada habisnya ini, sangat penting bagi ibu untuk memiliki 'rem' agar tidak tumbang. Di sinilah peran smartwatch bergeser.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan lagi sekadar aksesori gaya, melainkan asisten cerdas di pergelangan tangan yang membantu Ibu memantau kondisi tubuh dan mengatur waktu istirahat secara lebih terukur.

img_title Poco F9 Ultra vs Oppo Find X9 Pro: Jangan Cuma Lihat Chipset, 5 Hal Ini Patut Dipertimbangkan

Ibu sering kali dipaksa kembali ke mode "super" tanpa jeda. Namun, ada satu beban yang sering terlupakan: The Invisible Mental Load. Inilah alasan utama mengapa burnout ibu rumah tangga (IRT) terjadi.

The Invisible Mental Load

img_title Cari HP Murah dengan RAM 8 GB? Jangan Beli Sebelum Memahami 3 Hal Ini

Pernahkah ibu merasa ingin menangis hanya karena melihat tumpukan cucian yang tidak kunjung habis, padahal baru saja selesai mudik Lebaran?

Atau mungkin ibu merasa sangat emosional saat anak menumpahkan susu, padahal biasanya sabar menghadapinya? Itulah yang disebut The Invisible Mental Load atau beban mental tak kasat mata.

Beban ini bukanlah tentang tindakan fisik menyapu lantai atau memasak di dapur. Beban mental ini adalah tentang "manajemen proyek" rumah tangga yang berjalan 24 jam nonstop di dalam kepala ibu.

Saat Ibu sedang menonton televisi, otak ibu sebenarnya sedang membuka puluhan tab secara bersamaan:

- Mengingat jadwal imunisasi atau jadwal les anak minggu depan.
- Memikirkan menu makan malam yang bergizi namun bahan-bahannya belum tersedia di kulkas.
- Mengecek dalam hati apakah stok beras, sabun cuci, dan popok masih cukup hingga akhir bulan nanti.
- Menghitung pengeluaran bulanan yang mungkin membengkak setelah libur Lebaran.

Semua proses berpikir ini tidak terlihat oleh suami atau anak-anak, tetapi sangat menguras energi kognitif. Itulah mengapa risiko burnout ibu rumah tangga sangatlah nyata.

Digital care di pergelangan tangan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fitur Garmin Connect.

Photo :
  • Dok. Garmin

Yang dibutuhkan bukan sekadar kata-kata semangat, tapi data nyata yang membantu ibu berkata "cukup" saat tubuh mulai lelah. Kita sering kali abai pada sinyal stres karena terbiasa mendahulukan orang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut