Hacker Menyukai Korban yang Melakukan Ini
- Freepik
4. Memakai Password yang Mudah Ditebak
Ilustrasi password.
- U-Report
Password seperti "123456", "password", tanggal lahir, atau nama sendiri masih menjadi favorit banyak pengguna internet. Sayangnya, kombinasi seperti ini juga menjadi favorit hacker.
Serangan brute force dan penggunaan daftar password populer memungkinkan pelaku menebak kata sandi yang lemah dalam waktu sangat singkat. Semakin sederhana password yang digunakan, semakin besar peluang akun berhasil diretas.
Laporan Cybernews bahkan menemukan miliaran password yang bocor masih didominasi kombinasi sederhana dan mudah ditebak.
5. Tidak Peduli dengan Kebocoran Data
Banyak orang menganggap remeh ketika mendengar ada kebocoran data dari sebuah layanan online. Padahal, informasi yang bocor sering kali diperjualbelikan di forum kriminal dan digunakan untuk menyerang akun lain yang memakai password serupa.
Komunitas keamanan siber di berbagai forum juga terus mengingatkan bahwa sebagian besar pembajakan akun modern berasal dari kredensial yang telah bocor sebelumnya, bukan karena hacker menebak akun secara manual satu per satu.
Ilustrasi hacker.
- U-Report
Pada akhirnya, hacker tidak selalu mencari korban yang kaya atau terkenal. Mereka lebih menyukai korban yang lalai dalam menjaga keamanan digitalnya. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan password yang sama, mengabaikan MFA, atau sembarangan mengklik tautan bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk mengambil alih akun dan mencuri data penting.