Data Pribadi Kini Lebih Berharga daripada Uang

Ilustrasi uang
Sumber :
  • VIVA Banyuwangi
  • Mencuri identitas korban.
  • Membobol akun digital.
  • Mengajukan pinjaman atas nama korban.
  • Menyusun serangan phishing yang lebih meyakinkan.
  • Menjual data di forum ilegal kepada pihak lain.
img_title 4 Kebiasaan soal Uang yang Sering Terbawa hingga Dewasa karena Masa Kecil Sulit

Lebih berbahaya lagi, data yang sudah bocor hampir tidak mungkin ditarik kembali karena dapat disalin dan diperjualbelikan berkali-kali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AI Membuat Nilai Data Semakin Tinggi

img_title Kejagung Ungkap Rp5 Miliar Dikembalikan Ferry Hongkowirang, Disebut Bagian dari Rp40 Miliar Tan Kian

Model AI membutuhkan data dalam jumlah besar agar mampu mengenali pola, memahami bahasa, hingga menghasilkan prediksi yang akurat. Semakin berkualitas data yang tersedia, semakin baik pula kemampuan sistem AI.

Inilah sebabnya perusahaan berlomba-lomba mengumpulkan data pengguna secara legal melalui persetujuan layanan maupun aktivitas digital sehari-hari.

img_title Kejagung Blak-blakan Punya Cukup Bukti Pemerasan Febrie Adriansyah, Buktinya Sudah Sita Uang

Mengapa Banyak Orang Masih Mengabaikan Privasi?

Ironisnya, meski data memiliki nilai ekonomi tinggi, banyak pengguna internet masih menganggapnya tidak terlalu penting.

Fenomena ini dikenal sebagai privacy paradox, yaitu kondisi ketika seseorang mengaku peduli terhadap privasi tetapi tetap memberikan akses data kepada berbagai aplikasi tanpa mempertimbangkan risikonya.

Menurut World Economic Forum, salah satu penyebabnya adalah karena data bersifat tidak berwujud sehingga orang sulit menyadari nilai sebenarnya dibandingkan aset fisik seperti uang atau kendaraan.

Cara Melindungi Aset Digital

Para pakar keamanan siber menyarankan masyarakat mulai memperlakukan data pribadi layaknya aset berharga. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap akun.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
  • Hindari membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial.
  • Periksa izin aplikasi sebelum menginstalnya.
  • Rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi.
  • Waspadai tautan atau pesan mencurigakan yang meminta data pribadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi Uang

Photo :
  • pexels.com

Di dunia digital saat ini, uang bukan lagi satu-satunya aset yang harus dijaga. Data pribadi memiliki nilai ekonomi yang sangat besar karena dapat dimanfaatkan untuk bisnis, pengembangan AI, hingga menjadi sasaran kejahatan siber. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan secara online, semakin tinggi pula nilai identitas digital seseorang.

Ilustrasi uang/pinjaman online

5 Mitos soal Uang yang Diam-diam Bisa Bikin Hubungan dengan Pasangan Bermasalah

Masalah uang sering memicu konflik dalam hubungan. Kenali 5 mitos soal keuangan yang tanpa disadari dapat membuat hubungan dengan pasangan semakin penuh tekanan.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut