Data Pribadi Kini Lebih Berharga daripada Uang
- VIVA Banyuwangi
- Mencuri identitas korban.
- Membobol akun digital.
- Mengajukan pinjaman atas nama korban.
- Menyusun serangan phishing yang lebih meyakinkan.
- Menjual data di forum ilegal kepada pihak lain.
Lebih berbahaya lagi, data yang sudah bocor hampir tidak mungkin ditarik kembali karena dapat disalin dan diperjualbelikan berkali-kali.
AI Membuat Nilai Data Semakin Tinggi
Model AI membutuhkan data dalam jumlah besar agar mampu mengenali pola, memahami bahasa, hingga menghasilkan prediksi yang akurat. Semakin berkualitas data yang tersedia, semakin baik pula kemampuan sistem AI.
Inilah sebabnya perusahaan berlomba-lomba mengumpulkan data pengguna secara legal melalui persetujuan layanan maupun aktivitas digital sehari-hari.
Mengapa Banyak Orang Masih Mengabaikan Privasi?
Ironisnya, meski data memiliki nilai ekonomi tinggi, banyak pengguna internet masih menganggapnya tidak terlalu penting.
Fenomena ini dikenal sebagai privacy paradox, yaitu kondisi ketika seseorang mengaku peduli terhadap privasi tetapi tetap memberikan akses data kepada berbagai aplikasi tanpa mempertimbangkan risikonya.
Menurut World Economic Forum, salah satu penyebabnya adalah karena data bersifat tidak berwujud sehingga orang sulit menyadari nilai sebenarnya dibandingkan aset fisik seperti uang atau kendaraan.
Cara Melindungi Aset Digital
Para pakar keamanan siber menyarankan masyarakat mulai memperlakukan data pribadi layaknya aset berharga. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap akun.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
- Hindari membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial.
- Periksa izin aplikasi sebelum menginstalnya.
- Rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi.
- Waspadai tautan atau pesan mencurigakan yang meminta data pribadi.
Ilustrasi Uang
- pexels.com
Di dunia digital saat ini, uang bukan lagi satu-satunya aset yang harus dijaga. Data pribadi memiliki nilai ekonomi yang sangat besar karena dapat dimanfaatkan untuk bisnis, pengembangan AI, hingga menjadi sasaran kejahatan siber. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan secara online, semakin tinggi pula nilai identitas digital seseorang.