AI Bisa Mengubah Bumi Lewat Teknologi

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA – Transformasi digital membuat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan untuk berbagai sektor, termasuk pelestarian lingkungan. Teknologi ini dinilai mampu membantu manusia mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Selama ini AI identik dengan chatbot atau asisten virtual. Padahal, kemampuannya jauh lebih luas karena dapat mengolah data dalam jumlah besar untuk mendukung berbagai upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam bidang penghijauan, AI mampu menganalisis citra satelit, kondisi tanah, curah hujan, hingga karakteristik vegetasi di suatu wilayah. Informasi tersebut membantu menentukan lokasi yang membutuhkan penghijauan sekaligus memilih jenis pohon yang paling sesuai dengan kondisi setempat.

img_title AI Search Jadi Titik Baru Perebutan Perhatian Konsumen Indonesia

Pemanfaatan teknologi juga membuat proses pemantauan menjadi lebih efisien. Pertumbuhan pohon dapat dipantau secara berkala, sementara estimasi penyerapan karbon dapat dihitung menggunakan data yang terus diperbarui sehingga efektivitas program lebih mudah dievaluasi.

Pendekatan berbasis teknologi ini mulai diterapkan dalam berbagai program penghijauan di Indonesia. Salah satunya dilakukan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), yang memanfaatkan pendekatan sains dan teknologi untuk mendukung proses penghijauan.

img_title AI Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris, dari Kelas ke Layar Ponsel

Teknologi digunakan untuk membantu analisis lokasi penanaman, menentukan jenis pohon yang adaptif terhadap lingkungan, hingga memantau pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.

Director and Chief Investment Officer Fixed Income MAMI, Ezra Nazula, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, penanaman pohon menjadi investasi jangka panjang yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aksi penanaman pohon ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus memberi dukungan bagi kesehatan dan kekuatan finansial masyarakat Indonesia," ujarnya, dikutip Kamis 2 Juli 2026.

Meski memiliki kemampuan analisis yang semakin canggih, AI tetap berperan sebagai alat pendukung. Keberhasilan menjaga lingkungan tetap bergantung pada aksi nyata di lapangan, mulai dari penanaman, perawatan, hingga kolaborasi berbagai pihak agar manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Ini Agenda Besar Indonesia dan China 2027-2031

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengaku CSD berlangsung sukses karena kedua negara sepakat untuk menyusun rencana aksi yang baru, yakni untuk 2027-2031

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut