Ini Agenda Besar Indonesia dan China 2027-2031

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Sumber :
  • Instagram @luhut.pandjaitan

VIVA – Kementerian Luar Negeri China menyebut negaranya dan Indonesia akan focus pada kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan maritim menyusul pelaksanaan Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue atau CSD) yang pertama di Jakarta pada 21 Agustus 2026.

img_title Kapolda Metro Dorong Anak SD Belajar AI Sejak Dini, Ini Alasannya

Sebelumnya, Indonesia dan China memiliki mekanisme "High-Level Dialogue and Cooperation Mechanism" (HDCM) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kerja sama yang dihasilkan adalah keterlibatan Indonesia dalam "Belt and Road Initiatiave" (BRI) dengan proyek utamanya, yaitu Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

img_title Murka! China Perketat Pengujian Mobil Listrik, Tak Mau Konsumen Jadi Kelinci Percobaan

"Mekanisme ini akan memberikan dukungan kelembagaan bagi hubungan China-Indonesia di era baru. Kedua pihak akan memperdalam kerja sama di bidang kekuatan produktif berkualitas baru seperti kecerdasan buatan (AI), serta mempercepat kerja sama maritim," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

CSD, menurut Lin Jian, berlangsung sukses karena China dan Indonesia sepakat untuk memperdalam penyelarasan strategi pembangunan masing-masing serta akan mulai menyusun rencana aksi yang baru, yakni untuk 2027-2031.

img_title Prancis-Jerman Kompak Hadang Dominasi Mobil China

"Kedua negara berpandangan bahwa pendalaman kerja sama di bidang energi dan pertambangan sesuai dengan kepentingan kedua negara, dan menyatakan kesiapan untuk membentuk kemitraan yang komprehensif, terbuka, dan lebih peduli lingkungan," ungkap Lin Jian.

Lin Jian juga menyebut China bersedia membantu Indonesia dengan lebih baik dalam mengubah keunggulan sumber daya menjadi kekuatan pendorong pembangunan serta mempercepat proses industrialisasi, sehingga dapat memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.

"Terlebih dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia memberi penilaian positif terhadap kontribusi perusahaan-perusahaan China di Indonesia dan menegaskan bahwa 'Keberhasilan perusahaan China di Indonesia merupakan keberhasilan Indonesia juga," ungkap Lin Jian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lin Jian menyebut Indonesia bersedia untuk menyediakan lingkungan usaha yang adil, transparan, dan bersahabat.

"Kedua negara juga sama-sama menentang campur tangan eksternal atas urusan dalam negeri masing-masing negara serta meningkatkan kerja sama di bidang politik, keamanan, dan pertahanan serta sepakat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," tegas Lin Jian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut