Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Sumber :
  • responsiblestatecraft.org

Jakarta, VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini sedang menghadapi perang berskala penuh pada bidang ekonomi, militer, dan keamanan.

img_title 200 Ribu Orang di AS Kehilangan Pekerjaan Akibat AI Sejak 2023

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan pemerintahnya berkomitmen penuh untuk mengatasi seluruh kesulitan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sedang menghadapi perang ekonomi, militer, dan keamanan berskala penuh," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan kantor berita milik Iran, IRNA, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

img_title Houthi Ancam Serang AS jika Trump Ikut Perang Lawan Arab Saudi

Hal itu disampaikan Pezeshkian menanggapi ancaman sanksi ekonomi terbaru yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Trump dengan mudah mengatakan AS akan menjatuhkan sanksi paling berat atau paling mengerikan kepada Iran," ungkapnya.

img_title Redakan Ketegangan di Kawasan, Menlu Iran Buka Komunikasi dengan Menlu Saudi

Pezeshkian juga menegaskan Iran tetap berdiri teguh dan berusaha melayani masyarakat di tengah situasi perang yang tidak seimbang, sekaligus menolak anggapan musuh bahwa Iran akan runtuh akibat tekanan eksternal.

"Musuh menilai jika Iran jatuh, maka negara ini akan menjadi seperti Venezuela. Hal itu tidak terjadi, Iran justru menjadi kekuatan yang mengagumkan lewat perlawanan dan solidaritas," tegas dia.

Pemerintah Iran saat ini terus bekerja keras menjaga persatuan nasional guna menghindari perpecahan internal di tengah eskalasi tekanan ekonomi dan keamanan yang kian meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni, lewat mediasi Pakistan dan Qatar, untuk mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari. Dalam kesepahaman itu, keduanya sepakat untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, ketegangan kedua negara kembali memuncak setelah perundingan tindak lanjut nota kesepahaman antara Iran dan AS menemui jalan buntu akibat perselisihan skema navigasi di Selat Hormuz. (Ant)

KTT Hanoi antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un

Usai Lama Tak Bertemu, Trump Buka Peluang Jumpa Kim Jong Un Lagi, Mau Bahas Apa?

Donald Trump membuka kemungkinan bertemu Kim Jong Un saat berkunjung ke Asia pada November 2026. Keduanya pernah bertemu tiga kali, tetapi belum mencapai kesepakatan

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut