Software Berbasis Cloud Makin Populer, Tapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan
- wartaekonomi
Dengan model tersebut, perusahaan memiliki keleluasaan untuk mengaudit sistem, mengembangkan fitur baru bersama tim internal, atau melanjutkan pengembangan dengan mitra teknologi lain.
"Kalau source code ada di tangan perusahaan, mereka bisa mengauditnya, mengembangkannya dengan tim internal, atau melanjutkannya bersama vendor lain. Itu yang kami maksud dengan memiliki," ujar Wahyu.
AI yang berjalan di infrastruktur perusahaan
Ilmuprogram Agentic AI Platform berfungsi sebagai lapisan orkestrasi di atas sistem yang sudah digunakan perusahaan. AI agent dapat memahami perintah dalam bahasa natural, mengambil data dari berbagai aplikasi enterprise, lalu menjalankan tindakan secara otomatis.
Platform ini dapat terhubung dengan sistem Enterprise Asset Management, Spending Management, Budgeting & Planning, CRM, Supply Chain Management, hingga SAP. AI dapat membantu menyusun purchase request, memverifikasi ketersediaan anggaran, menerbitkan work order pemeliharaan, serta menjalankan alur kerja lintas aplikasi.
Platform ini juga mendukung Retrieval-Augmented Generation (RAG) di atas dokumen dan basis pengetahuan internal, sehingga jawaban AI mengacu pada data organisasi sendiri. Model AI yang digunakan dapat berupa open-source model yang di-host secara mandiri maupun API pihak ketiga, dan dapat diganti tanpa mengubah platform secara keseluruhan.
Portofolio dan metodologi
Agentic AI Platform melengkapi portofolio Ilmuprogram yang seluruhnya dikembangkan secara in-house, mencakup delapan platform enterprise utama seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Enterprise Asset Management, Spending Management, dan Budgeting & Planning, dua solusi eksekusi lapangan, serta enam solusi industri untuk sektor perkebunan, properti, hulu migas, pertambangan, rumah sakit, dan pendidikan tinggi.
Solusi tersebut dapat diimplementasikan sebagai aplikasi web, aplikasi mobile, maupun ekstensi SAP S/4HANA dengan pendekatan Clean Core yang dirancang agar tetap aman terhadap pembaruan sistem.
Seluruh proyek dikembangkan menggunakan Ilmuprogram Quality-Driven Methodology, kerangka kerja tujuh fase yang menempatkan pengendalian mutu pada setiap tahapan pengembangan melalui Quality Gate dan Solution Standardization Board untuk memastikan kesesuaian dengan standar enterprise, keamanan, dan kebutuhan bisnis.
Produk ini dirancang mengikuti berbagai standar dan regulasi, antara lain UU Perlindungan Data Pribadi No. 27 Tahun 2022, IFRS 16/PSAK 73, ISO 55000, HL7 FHIR R4 dan SatuSehat untuk sektor rumah sakit, serta pelaporan PDDIKTI untuk pendidikan tinggi.