Pendukung WikiLeaks Kobarkan Perang Cyber
Rabu, 8 Desember 2010 - 10:54 WIB
Sumber :
- wikileaks.ch
Mastercard dan VISA juga telah menutup layanan penyaluran donasi terhadap WikiLeaks. Padahal, di saat yang sama, menurut editor teknologi situs Guardian Charles Arthur baik Mastercard dan VISA, sama sekali tidak membekukan layanan donasi terhadap gerakan berbau rasis seperti Ku Klux Klan.
"Drama WikiLeaks tentu akan menjadi semacam perang cyber. dan perang semacam ini secara virtual tak bisa dimenangkan. Internet begitu dinamis. Tak mungkin menutup sebuah organisasi seperti WikiLeaks yang memiliki dukungan begitu populer. Hosting dan opsi pendanaannya secara virtual tak mungkin dihentikan," kata pendiri Antiwar.com Eric Garris. (umi)
74 WNI Masih Berada di Mokha Yaman yang Direbut Houthi, Ini Langkah Kemlu
Sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) masih berada di Kota Mokha, Yaman. Kemlu RI pastikan memantau kondisi mereka terus dilakukan di tengah situasi konflik
VIVA.co.id
18 September 2026