Aset Digital Semakin Populer, Ini Daftar Faktor yang Mempengaruhinya
- wartaekonomi
Jakarta, VIVA – Aset digital, khususnya cryptoasset, semakin mendapat perhatian masyarakat di berbagai negara. Perkembangannya tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah orang yang mengenal aset kripto, tetapi juga dari semakin beragamnya penggunaan teknologi blockchain dalam sistem keuangan.
Financial Conduct Authority (FCA) Inggris mencatat bahwa 91 persen masyarakat Inggris telah mengetahui keberadaan cryptoasset berdasarkan riset yang dilakukan pada 2025. Di antara pengguna cryptoasset, penggunaan centralized exchange sebagai sarana memperoleh aset juga meningkat menjadi 73 persen, naik 4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Lantas, apa saja yang membuat aset digital semakin populer? Berikut VIVA telah merangkum Selasa, (06/10/2026).
1. Perkembangan Teknologi Blockchain
Salah satu faktor utama adalah perkembangan blockchain dan distributed ledger technology (DLT). Teknologi ini memungkinkan pencatatan serta pemindahan aset secara digital melalui jaringan yang menggunakan mekanisme kriptografi.
International Monetary Fund (IMF) menjelaskan bahwa cryptoasset dapat memiliki beragam karakteristik dan fungsi. Karena itu, perkembangan teknologi yang mendasarinya turut membuka berbagai kemungkinan penggunaan, mulai dari pembayaran hingga layanan keuangan berbasis digital.
Teknologi tersebut juga terus berkembang. IMF dalam laporan 2026 menyebut keuangan digital semakin meluas, didorong antara lain oleh stablecoin, pembayaran digital, central bank digital currencies (CBDC), dan tokenisasi.
2. Akses Transaksi yang Semakin Mudah
Faktor berikutnya adalah semakin mudahnya masyarakat mendapatkan akses ke pasar aset digital. Pengguna kini dapat memanfaatkan berbagai platform untuk membeli, menjual, menyimpan, maupun memantau aset melalui perangkat yang terhubung ke internet.
Riset FCA 2025 menunjukkan centralized exchange masih menjadi cara yang paling umum digunakan pengguna cryptoasset untuk memperoleh aset. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa infrastruktur perdagangan digital menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ekosistem cryptoasset.
Namun, akses yang mudah tidak otomatis berarti risikonya rendah. FCA tetap mengingatkan bahwa cryptoasset merupakan produk berisiko tinggi dan konsumen perlu memahami kemungkinan kehilangan dana.
3. Potensi Penggunaan untuk Pembayaran
Aset digital juga berkembang karena memiliki sejumlah potensi penggunaan dalam aktivitas keuangan. Stablecoin, misalnya, semakin banyak mendapat perhatian untuk pembayaran lintas negara dan remitansi.
IMF menyebut stablecoin mengalami pertumbuhan yang kuat dan penggunaannya dalam pembayaran lintas negara serta remitansi terus berkembang, meskipun porsinya dalam keseluruhan arus transaksi tersebut masih relatif kecil.
Potensi tersebut membuat aset digital tidak hanya dipandang sebagai instrumen yang diperjualbelikan, tetapi juga sebagai bagian dari perkembangan infrastruktur keuangan digital.
4. Kondisi Ekonomi di Suatu Negara
Popularitas cryptoasset juga dapat dipengaruhi kondisi ekonomi. IMF menemukan bahwa tingkat adopsi cryptoasset berkaitan dengan sejumlah faktor, termasuk inflasi, volatilitas nilai tukar, kontrol modal, dan tingkat informalitas ekonomi.
Dalam negara dengan kondisi fundamental ekonomi yang lebih lemah, cryptoasset dalam beberapa kasus dapat digunakan masyarakat sebagai alternatif untuk menghadapi persoalan ekonomi tertentu. Namun, IMF juga menekankan bahwa volatilitas harga aset digital dapat menimbulkan risiko bagi konsumen dan stabilitas keuangan.
Artinya, meningkatnya penggunaan aset digital tidak selalu hanya disebabkan oleh tren teknologi. Kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat juga dapat berperan.
5. Regulasi dan Kepercayaan Pengguna
Regulasi menjadi faktor lain yang semakin penting. Ketika aturan mengenai aset digital semakin jelas, masyarakat dapat memperoleh informasi lebih baik mengenai hak, kewajiban, risiko, dan perlindungan yang tersedia.
Riset FCA pada 2025 menemukan bahwa 25 persen pengguna cryptoasset mengatakan mereka akan lebih mungkin berinvestasi apabila cryptocurrency mendapatkan regulasi yang lebih kuat di Inggris. FCA juga menilai regulasi yang lebih jelas berpotensi meningkatkan kepercayaan dan mendorong keterlibatan konsumen yang lebih luas.
Badan internasional seperti Financial Stability Board (FSB) juga mendorong penerapan kerangka regulasi global untuk aktivitas cryptoasset dan stablecoin. Pada 2026, BIS mencatat bahwa berbagai yurisdiksi terus menerapkan kerangka tersebut untuk penyedia layanan cryptoasset dan penerbit stablecoin.
Pada akhirnya, meningkatnya popularitas aset digital dipengaruhi banyak faktor, mulai dari perkembangan blockchain, kemudahan akses, potensi pembayaran digital, kondisi ekonomi, hingga regulasi.