Chipset HP Makin Canggih! Persaingan Qualcomm, MediaTek, dan Samsung Memanas
- YouTube/UtsavTechie
Jakarta, VIVA – Persaingan chipset smartphone memasuki babak baru pada 2026. Qualcomm, MediaTek, dan Samsung sama-sama mendorong teknologi pemrosesan ke tingkat yang lebih tinggi, terutama pada performa, kecerdasan buatan (AI), efisiensi daya, konektivitas, hingga kemampuan gaming.
Perubahan ini membuat chipset tidak lagi sekadar menjadi komponen untuk menjalankan aplikasi. Prosesor smartphone kini menjadi pusat berbagai fitur pintar yang semakin banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Data Counterpoint Research, dikutip VIVA Jum'at, (09/10/2026), menunjukkan MediaTek masih memimpin pasar smartphone AP-SoC global pada kuartal II 2026 dengan pangsa 31 persen. Qualcomm berada di posisi kedua dengan 23 persen, sementara Samsung mencatatkan 9 persen. Angka Samsung meningkat dari 7 persen pada kuartal sebelumnya.
Qualcomm Dorong Performa dan AI
Qualcomm terus mempertahankan posisinya di segmen premium melalui keluarga Snapdragon. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Chipset tersebut menggunakan CPU Qualcomm Oryon generasi ketiga dengan kecepatan hingga 4,74 GHz. Qualcomm mengklaim CPU ini menawarkan peningkatan performa 20 persen dan efisiensi daya 35 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk gaming, GPU Adreno mendapatkan peningkatan performa 23 persen dan efisiensi daya 20 persen. Qualcomm juga memperkuat kemampuan ray tracing serta menghadirkan dukungan untuk Unreal Engine 5.
AI menjadi bagian penting lainnya. Snapdragon 8 Elite Gen 5 membawa NPU Hexagon yang diklaim 37 persen lebih cepat, sehingga pemrosesan AI secara langsung di perangkat dapat dilakukan dengan lebih responsif.
Bagi gamer, perkembangan tersebut berarti smartphone flagship tidak hanya dituntut menjalankan game dengan frame rate tinggi, tetapi juga menjaga konsumsi daya ketika digunakan dalam waktu lama.
MediaTek Semakin Serius di Kelas Flagship
MediaTek juga tidak ingin hanya dikenal sebagai produsen chipset untuk smartphone kelas menengah. Lini Dimensity kini semakin agresif menyasar perangkat premium.
Pada September 2026, MediaTek memperkenalkan Dimensity 9600 Pro yang dibuat menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer TSMC. Chip tersebut membawa fokus kuat pada AI dan performa kelas flagship. MediaTek mengklaim kemampuan pemrosesan AI generatif di perangkat meningkat 51 persen dibandingkan pendahulunya.
Langkah tersebut menunjukkan persaingan Qualcomm dan MediaTek semakin mengarah pada teknologi fabrikasi terbaru serta kemampuan AI. MediaTek bahkan menyiapkan varian Dimensity 9600M berbasis proses 3 nanometer untuk perangkat kelas atas yang lebih luas.