Polemik Blokir Game Online 'Panas' di Internet

Website KPAI yang diretas
Sumber :
  • Tangkapan layar Google

"Jangan buta rating! setiap game tentunya punya rating tersendiri bahkan dari rating 3 Tahun, Teen hinga 18+ , jangan salahkan gamenya, fungsi orang tua dalam pengawasan anak buat apa? jika tanpa ada pengawasan dan pembatasan orang tua oleh anak dibawah umur sama saja," tulis petisi tersebut.

img_title Serius Tangani Karhutla, Pemerintah Siapkan 1.691 Layanan Kesehatan hingga 360 RS Rujukan

Namun demikian, terdapat suara yang mendukung pemblokiran game online yang bernuansa kekerasan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bodo amat ga ngerti rating, pokoknya ini salah gamenya, ya harus diblokir!" tulis akun Twitter @BudaPatrayasa. 

img_title Biar Bansos Makin Tepat Sasaran, Luhut Ajak Pemda-ASN hingga Masyarakat Jadi Agen Perlinsos

Jangan anti game

Sebelummnya Kementerian Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan, menyerukan agar menghindari dampak buruk yang ditimbulkan dari game online. 

img_title Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun Benahi 1.487 Sekolah di NTT

Dalam keterangannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan, ada hal positif dan negatif dari game online. Menurut Anies, ada studi yang menyebutkan, anak yang terbiasa main game yang sesuai umurnya, ternyata mereka pengambil keputusan yang cepat dan berani, berlatihnya dari game.

Tetapi sebaliknya, jika anak-anak memainkan permainan untuk dewasa maka bisa menimbulkan dampak negatif. Mereka akan kecanduan karena adrenalin yang terpacu dan bisa berperilaku brutal.

"Game itu tergantung cara penggunaannya. Jangan anti game, jangan juga buta pro game. Tidak semua  game memiliki karakteristik yang cocok untuk dimainkan oleh anak semua umur," kata Anies dalam wesbite Kemendikbud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pendidikan mengatakan orang tua perlu tahu dan peduli, ada sistem rating yang memberi peringatan pembelinya tentang kecocokan konten untuk dimainkan anak usia tertentu. "Sehingga anak-anak terhindar dari dampak buruknya,” kata Anies. 

Di Amerika Serikat misalnya, terdapat sistem Entertainment Software Rating Board (ESRB). Dalam sistem ESRB, terdapat enam kategori rating, yaitu: Early Childhood (cocok untuk anak usia dini), Everyone (untuk semua umur), Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas), Teen (untuk usia 13 tahun ke atas), Mature (untuk usia 17 tahun ke atas) dan Adults Only (untuk dewasa), serta satu kategori antara Rating Pending. Deskripsi konten dalam ESRB pun beraneka, mulai dari Blood and Gore, Intense Violence, Nudity, Sexual Content, sampai Use of Drugs. Di kotak video game biasanya terdapat pengkategorian seperti ini, semisal "Mature 17+: Blood and Gore, Sexual Theme, Strong Language”.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut