Mengenal Mastodon, Alternatif Twitter

Platform Mastodon
Sumber :
  • www.engadget.com

VIVA.co.id – Dalam beberapa pekan terakhir ini media sosial yang terdengar baru kian populer. Media sosial yang dimaksud yaitu Mastodon. 

img_title X Bikin Fitur 'History', Bookmark, Artikel, dan Like Terkumpul di Satu Tempat

Mastodon hadir dengan wujud dan wajah seperti Twitter. Namun sebenarnya, Mastodon bukan kloningan Twitter. Meski berbeda, platform media sosial ini memang memiliki fitur yang mirip dengan Twitter, tapi dengan penamaan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri Mastodon, Eugen Rochko mengatakan, platform itu hadir untuk mengisi kegagalan Twitter, dalam membahagiakan penggunanya.

img_title Israel Serang Ukraina

Dikutip dari Engadget, Sabtu 8 April 2017, antarmuka Mastodon mirip dengan Tweetdeck, tool Twitter yang membantu pengguna menavigasi akun mereka. 

Kemiripan Mastodon dengan Twitter yaitu memiliki linimasa vertikal, pengguna bisa me-retweet tapi namanya 'boost', fitur menyukai postingan berupa bintang, sedangkan pada Twitter berupa ikon hati. Untuk memosting status, di Twitter dinamai 'tweets', untuk di Mastodon dinamai 'toots'. 

img_title Privasi Aman, X Kini Punya Aplikasi Chat dengan Enkripsi End-to-End

Beda lainnya, Mastodon memiliki batasan 500 karakter lebih banyak dibanding Twitter dengan 140 karakter. 

Mastodon menawarkan hal lain yang lebih baik dari Twitter, yakni privasi. Pengguna Mastodon bisa menyembunyikan postingan privat dan fitur pribadi lainnya. 

Mastodon juga memiliki kebijakan khusus yakni tak boleh memosting seputar isu Nazi, rasisme, seksual, xenophobia, dan diskriminasi. Kebijakan ini dipandang bisa menekan potensi pelecehan dan kekerasan di media sosial. 

Rochko mengatakan, pada 2008 memang pengguna fanatik Twitter, tapi beberapa keputusan Twitter membuatnya meninggalkan Twitter. 

Keputusan Twitter mengubah Tweetdeck, menutup ekosistem aplikasi pihak ketiga, menambahkan iklan dan mengenalkan algoritma linimasa, menurut pendiri Mastodon itu, adalah langkah yang buruk. 

Rochko mengatakan, dia mendirikan Mastodon tidak hanya setengah-setengah, bukan sekadar sebagai media sosial alternatif. "Saya meyakini bagian penting dari Mastodon yaitu pergantian ideologi," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mastodon bukan yang pertama muncul untuk menjadi alternatif media sosial. Sebelumnya telah muncul platform bernama Ello, Peach, App.net yang menawarkan sebagai pengganti media sosial yang sudah eksis. Namun platform tersebut kini tak muncul sebagai pengganti. 

Mastodon sejatinya sudah hadir sejak September tahun lalu, namun dalam beberapa pekan belakangan ini, platform itu sedang populer di mata pengguna internet dunia. Saat ini, pengguna Mastodon sudah mencapai 41.700, masih sangat jauh dari Twitter dan Facebook. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut