SDM Kunci Utama Suksesnya Perang Elektronika

Logo Saab
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – Sebuah negara membutuhkan adanya kemampuan perang elektronika atau pernika (electronic warfare). Kemampuan strategis pernika yang kredibel memberikan keuntungan bagi negara itu, misal mendapatkan data intelijen melalui sensor milik sendiri, atau dengan pertukaran informasi dengan negara sahabat.

img_title Perang Elektronika Rusia Vs Ukraina

Selain itu, apabila dioperasikan dengan baik, pernika dapat memberikan negara tersebut untuk mampu memprogram data dan teknik ancaman pernika sendiri, sehingga memastikan bahwa informasi sensitif ini tetap aman di dalam negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut pengertian lama pernika adalah tindakan militer yang menggunakan energi elektromagnetik untuk menentukan, memanfaatkan, dan mengurangi atau mencegah penggunaan spectrum elektromagnetik lawan serta tindakan untuk menjamin penggunaan spectrum elektromagnetik sendiri.

img_title Reaksi AFC usai Persib Remontada Atas Melbourne Victory di ACL 2, Berikan Sorotan kepada 2 Sosok Penting Ini

Sementara itu, pengertian pernika secara universal adalah tindakan militer yang berkaitan dengan adu kekuatan sistem elektronika antara dua pihak atau lebih yang berhadapan untuk merebut keunggulan sistem elektronika, guna memperoleh manfaat menurunnya daya tempur lawan dan meningkatnya daya tempur sendiri dalam rangka mendukung tindakan militer berikutnya.

Marketing and Sales Director SAAB Asia Pacific, Geoff van Hees, menjelaskan bagaimana langkah yang harus ditempuh dalam membangun kemampuan pernika yang independen. Menurut dia, faktor-faktor ini yang menjadi penentu kuatnya pertahanan dan keamanan dari sebuah negara.

img_title Terlalu Sering Mengandalkan AI? 6 Kemampuan Ini Bisa Perlahan Melemah Tanpa Disadari

Langkah-langkah itu mencakup perumusan strategi, investasi infrastruktur, identifikasi, dan pemilihan mitra, identifikasi persyaratan yang dapat dibenarkan secara ekonomi, serta peningkatan keahlian pernika melalui pendidikan dan pelatihan. Dari semua langkah itu, Geoff menyebut pendidikan yang harus diutamakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keberhasilan operasional dalam aksi militer seperti perang, dukungan damai dan semacamnya, bergantung pada kombinasi teknologi dan kemampuan manusianya. Seperti misal taktik, perencanaan, pelatihan, perintah, dan kontrol," ujarnya kepada VIVA.co.id saat ditanya soal operasional pernika, di gedung BPPT, Jakarta Pusat, Kamis 27 April 2017.

Pada dasarnya, kata Geoff, tentara harus dilatih terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM dalam kaitannya dengan pernika. "Kapabilitas SDM harus mencapai standar dengan mengadakan pelatihan di pangkalan-pangkalan militer. Mereka harus punya pengetahuan mendasar," paparnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut