Facebook Ternyata Punya 7.500 'Tentara' Khusus

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg
Sumber :
  • Reuters/Mariana Bazo

VIVA.co.id – Menjadi media sosial terbesar di dunia maya seperti mengelola negara, dengan penduduk hampir 2 miliar. Dibutuhkan pasukan khusus untuk menjaga perdamaian dan kenyaman warganya.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Seperti halnya sebuah negara, Facebook pun ternyata memiliki ribuan pasukan khusus yang mengawasi para warganya yang berinteraksi di platform tersebut. Total ada 7.500 pasukan pengawas yang dipekerjakan Zuckerberg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tugas penting mereka adalah mengawasi para pengguna Facebook agar tidak melakukan hal yang membahayakan, seperti menyiarkan bunuh diri secara Live, pembunuhan dan pelecehan seksual.

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

CEO Facebook, Mark Zuckerberg menyadari jika banyak aksi negatif seperti itu yang marak di platform buatannya. Dia mengaku merasa bertanggung jawab terhadap segala yang terjadi di media miliknya itu.

"Selama beberapa pekan terakhir kita melihat makin banyak orang yang saling menyakiti atau merusak dirinya sendiri di Facebook. Baik disiarkan melalui live ataupun video. Ini aksi yang sangat menyedihkan.Jika kita ingin membangun komunitas yang baik, kita harus merespons dengan cepat," kata Zuckerberg dalam postingan di Facebooknya.

img_title Hari Ini! Akun FB dan Instagram Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mulai Dihapus

Dia juga mengabarkan bahwa Facebook telah menambahkan jumlah personel dalam tim operasional komunitas sebanyak 3.000 orang.Jumlah ini telah menambah yang sebelumnya terbentuk, yang mencapai 4.500 orang. Mereka bertugas untuk mengawasi dan mereview jutaan laporan yang masuk setiap minggunya. Zuckerberg ingin sekali mempercepat proses penyelesaian laporan.

"Kami juga akan mengupayakan pengguna lebih mudah melakukan pelaporan video atau postingan yang tidak pantas sehingga bisa mengambil aksi cepat tanggap. Kami harap bisa merespons lebih cepat jika ada seseorang yang membutuhkan bantuan atau meminta sebuah postingan diturunkan," kata Zuck.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ribuan pengawas itu juga diharapkan bisa menghilangkan ujaran kebencian atau eksploitasi anak. Polisi juga akan dilibatkan jika ditemukan ada pengguna Facebook yang membutuhkan bantuan.

"Sejak awal, tidak ada orang yang harus berada di situasi seperti ini. Namun jika memang mereka mengalami kita harus membangun komunitas yang aman dan nyaman, agar mereka bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," ujarnya.

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian AS untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut