Gawat, Twitter Bisa Membuat Anak Buta Huruf

Ilustrasi Twitter.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Mizter_x94

VIVA.co.id – Howard Jacobson, novelis dan jurnalis Inggris, mengatakan bahwa sifat komunikasi telah berubah secara dramatis sejak munculnya media sosial dan ponsel pintar (smartphone).

img_title WhatsApp Mulai Uji Fitur Pesan Terjadwal, Bisa Kirim Otomatis hingga Dua Minggu

Hal ini menyebabkan anak muda kehilangan keinginannya untuk membaca buku. Ia juga mengungkapkan, di masa depan, anak-anak bisa buta huruf akibat dominasi penggunaan Twitter dan platform media sosial lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Novelis pemenang Man Booker Prize ini mengatakan kalau dirinya tidak bisa lagi fokus pada sebuah buku, lantaran konsentrasinya beralih ke gawai (gadget).

img_title iPhone 18 Pro Max vs OPPO Find X10 Pro Max: Duel HP Flagship yang Membuat Pecinta Kamera Bimbang

"Dalam 20 tahun terakhir, kita akan memiliki anak yang tidak bisa membaca dan tidak mau membaca. Saya pribadi tidak bisa lagi membaca lagi seperti dulu. Konsentrasi saya telah 'ditembak' olehnya (gadget). Oh Tuhan, saya tidak bisa melakukannya lagi sekarang. Saya ingin ruang, ingin lembar baru," katanya, seraya mengeluh, mengutip The Independent, Selasa, 22 Agustus 2017.

Jacobson juga memperingatkan bahwa Twitter 'telah jatuh ke tangan' Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Olehnya, Trump dicap sebagai pihak yang mengeksploitasi saluran berita yang hanya disukai oleh kaum elit.

img_title iOS 27.2 RC Resmi Hadir, Apple Fokus Tingkatkan Baterai dan Performa Hp

Ia pun mengacu pada data dari US Endowment for the Arts, di mana terjadi penurunan standar pendidikan di seluruh negara Barat. Presentase orang dewasa Amerika yang membaca literatur tahun lalu berada pada tingkat terendah sejak survei dimulai pada 1982.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data juga mengungkapkan, hanya 43 persen orang-orang Barat yang masih gemar membaca buku, atau setidaknya, satu buku pada tahun sebelumnya. Selain itu adanya peningkatan jumlah waktu yang digunakan oleh kaum muda untuk berseluncur di dunia maya (browsing).

Anak-anak usia 5 sampai 15 tahun, menghabiskan rata-rata 15 jam dalam satu minggu untuk browsing. Hal ini diperparah dengan peluncuran iPhone pada 2007 yang membuat kalangan remaja semakin menurun minat membaca buku dan menghabiskan waktu dengan temannya untuk berbincang tatap muka.

Ilustrasi aplikasi ai

HP Cepat Penuh Padahal Jarang Foto? 7 Aplikasi Ini Bisa Diam-diam Menghabiskan Memori

HP cepat penuh meski jarang foto? WhatsApp, Telegram, TikTok, Instagram, YouTube, Netflix, dan Google Maps bisa memakai ruang besar. Cek cara membersihkan penyimpanan.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut