Suka Duka SPG Bazar Diskon Nike

Bazar Nike di Grand Indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

VIVA.co.id – Di balik semua kehebohan bazar Nike yang menawarkan diskon hingga 90 persen, ada banyak suara yang mungkin hingga saat ini jarang terdengar. Yakni cerita dari para sales promotion girl dan sales promotion boy yang hampir seharian penuh melayani banyaknya pengunjung.

img_title Modal Pakai Sepatu, 5 Pemain Ini Bisa Langsung 'Mandi Duit'

Melemparkan senyum hangatnya kepada para pengunjung yang bahkan mungkin tidak peduli sibuk dan lelahnya mereka. Salah satu SPG bercerita bahwa hingga bazar hari ini berlangsung masih berdiri di balik tumpukan sepatu berantakan setelah dipilah-pilah oleh para calon pembelinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan senyumnya yang ramah, perempuan berusia 20 tahun tersebut berusaha melayani setiap pengunjung yang datang.

img_title Ekspor Ribuan Ton Timah ke AS-Eropa, MSP Beberkan Strateginya

"Kalau yang ini harganya berapa ya, Mba?" tanya salah satu pembeli laki-laki.

Dia pun mengarahkan pembeli untuk melihat daftar harga yang tercantum di bagian sudut ruang, dengan ramah. Pengunjung itu pun segera berlalu mencari tahu harga sepasang sepatu yang ada di tangannya.

img_title Terbakar Cemburu, SPG Cantik Terkapar Ditikam Pacar Berkali-kali

"Menurut aku ada senang, ada sedihnya, kalau senangnya ramai. Sedihnya kalau barang (berantakan) kayak begini susah banget untuk dicarinya," kata dia kepada VIVA.co.id, Jumat 25 Agustus 2017.

Menurutnya, para pembeli sangat bersemangat dan buas memburu sepatu diskon, di mana pada hari kedua bazar berlangsung bahkan hingga menjebol rolling door, dan menyisakan ratusan kardus sepatu yang hancur terinjak-injak.

"Hari kedua itu seram banget costumer-nya banyak dan kita SPG-nya cuma sedikit. Sedangkan buat keamanannya di luar juga kayak kurang," kata dia.

Meski menyadari bahwa itu adalah salah satu tanggung jawabnya, dia mengungkapkan bahwa pada hari tersebut ia mesti bekerja sedikit lebih lama untuk membereskan kekacauan yang ditinggalkan oleh para pengunjung.

"Tapi kalau untuk ibadah salat dan makan itu memang ada, sekitar satu jam," ujarnya, yang harus berdiri selama kurang lebih 8 hingga 10 jam setiap harinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, meski pada Kamis, 24 Agustus lalu bazar ini sempat ditutup karena kelebihan pengunjung, dia yang kala itu libur juga diminta masuk untuk kembali merapikan stok barang untuk bazar pada hari setelahnya.

"Ya begitu dukanya, kalau barang-barang ada yang hilang itu sudah pasti ada. Cuma kemarin aku libur juga diminta masuk dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi untuk membereskan ini," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut