Konsumen Melirik Kawasan Penyangga
- VIVA/Muhammad AR (Bogor)
VIVA – Kebijakan pemerintah melalui berbagai stimulus dinilai berhasil meningkatkan minat konsumen untuk melakukan transaksi pembelian properti sepanjang tahun ini.
Selain insentif pemerintah, infrastruktur transportasi juga turut menjadi daya tarik bagi konsumen, khususnya jalan tol yang menghubungkan kawasan hunian dengan pusat kota.
“Meski minat masyarakat terhadap properti kelas menengah atas di pusat kota meningkat, namun minat konsumen properti tahun 2022 masih akan tertuju pada kawasan-kawasan penyangga kota-kota besar (suburban). Kami sudah menganalisa sejumlah wilayah,” kata Country Manager Rumah.com, Marine Novita, Jumat, 31 Desember 2021.
Wilayah prospektif yang pertama adalah Tangerang Raya. Sepanjang 2021, Tangerang Raya tampaknya menjadi kawasan yang paling diuntungkan oleh pembangunan infrastruktur transportasi, di mana terdapat tiga ruas jalan tol yang saling terhubung di wilayah tersebut, yaitu Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, dan Serpong-Pamulang.
Kecamatan Cipondoh dan Karang Tengah menjadi dua area yang paling prospektif di Kota Tangerang tahun ini. Lokasi Cipondoh yang berbatasan langsung dengan Jakarta Barat sangat menguntungkan.
Cipondoh memiliki kawasan reservasi dan kawasan hijau di Situ Cipondoh sehingga sangat ideal bagi pencari properti yang ingin hunian dekat ibu kota, namun dengan kualitas udara dan lingkungan hidup yang lebih baik.
Daerah ini juga memiliki akses KRL Commuter Line dan KA Bandara di Stasiun Batuceper serta akses tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.
Sedangkan Kecamatan Karang Tengah terhubung dengan tol Jakarta-Tangerang-Merak, serta berbatasan langsung dengan Jakarta Barat sehingga warganya dapat dimanjakan oleh fasilitas umum yang lengkap.
Selanjutnya, wilayah prospektif kedua adalah Kota Bogor. Kawasan hijau seperti taman dan hutan kota tersebar di banyak titik.
Melakukan perjalanan di Kota Bogor juga kini makin nyaman dengan adanya tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan kehadiran bus kota Trans Pakuan yang jumlahnya sedang diperbanyak untuk menggantikan angkot.
Sarana angkutan kereta pun dapat diakses melalui Stasiun Bogor, Stasiun Bogor Paledang, dan Stasiun Batutulis.
Kemudian, wilayah prospektif ketiga adalah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang berkembang menjadi area paling prospektif di kawasan metropolitan Surabaya atau yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).