Digaji Rp33 Juta Perbulan untuk Jadi 'Pengangguran Abadi'

Ilustrasi uang
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarok A

VIVA – Menjadi pengangguran adalah hal yang tak disukai banyak orang, karena tidak punya penghasilan tetap. Tapi bagaimana, jika jadi pengangguran, tidak bekerja namun tetap digaji dengan bayaran lumayan besar?

Atau, Anda dibayar hanya untuk melakukan pekerjaan bebas tanggung jawab dengan persyaratan mudah. Ya, ini merupakan bagian dari eksperimen yang dilakukan di Swedia. Proyek eksperimen seni ini berencana menyewa orang yang sangat beruntung untuk melakukan pekerjaan bebas tanggung jawab hanya dengan satu persyaratan mudah.

Proyek seni konseptual atau peluang ideal menjadi pengangguran yang dilakukan di Gothenburg, Swedia ini memilih satu pelamar beruntung untuk hadir di sebuah stasiun kereta yang sedang dalam perbaikan di kota itu setiap hari dan memukul jam. Ini dilakukan untuk menyalakan cahaya berpendar di peron untuk memberi tahu setiap orang bahwa pegawai tak berguna sudah masuk bekerja hari itu.

Setelah itu, orang tersebut bebas melakukan apapun yang ia inginkan, atau tidak mengerjakan apapun sama sekali, selama ia kembali ke stasiun untuk memencet jam dan mematikan lampu ketika waktu kerja mereka sudah berakhir. Dia juga tidak perlu berada di stasiun selama jam kerja, dan mereka bisa berhenti atau digantikan orang lain kapan pun mereka inginkan. Selama dia tidak mendapatkan pekerjaan lain, posisi itu terjamin untuk mereka seumur hidup.

Anda tentunya bertanya-tanya pekerjaan apa yang hanya membutuhkan Anda memencet jam masuk dan pulang setiap hari. Menurut Atlas Obscura, kandidat yang terpilih akan mendapat gaji bulanan sekitar US$2.320 atau sekitar Rp33 juta. Ditambah lagi dengan kenaikan gaji tahunan, tunjangan, waktu libur, dan dana pensiun yang sudah terjamin. Mungkin ini bukan pekerjaan dengan bayaran terbaik di dunia, tapi mengingat 'apapun yang dikerjakan pegawai adalah pekerjaannya', tawaran ini tidak buruk juga.

Dikutip dari laman Oddity Central, pada tahun 2017, Agensi Seni Publik Swedia dan Administrasi Transportasi Swedia mengumumkan kompetisi internasional untuk para seniman yang bersedia mengkontribusikan ide untuk desain stasiun Korsvagen Gothenburg. Kompetisi ini menawarkan hadiah sebesar 7 juta krona Swedia atau sekitar Rp10,6 miliar untuk pemenangnya.

Hanya saja, alih-alih muncul dengan ide sungguhan, duo seniman Swedia Simon Goldin dan Jakob Senneby menyarankan agar hadiahnya digunakan untuk membayar satu pekerja dan membiarkan mereka tidak melakukan apapun seharian. Dan begitulah proyek 'Pengangguran Abadi' mereka dimulai.

Dua seniman itu bahkan muncul dengan sebuah rencana untuk memastikan uang hadiah itu cukup untuk membayar pegawai tak berguna untuk selamanya, artinya selama 120 tahun. Dengan membangun sebuah yayasan untuk mencegah uang tersebut dipotong pajak dan menginvestasikannya dalam dana ekuitas, mereka menyimpulkan bahwa ada 75 persen peluang mereka bisa membayar gaji bulanan sebesar US$ 2.312, ditambah 3,2 persen kenaikan gaji tahunan, selama 120 tahun atau lebih.

Pengangguran tapi Mau Digaji? Ada Syaratnya Guys, Enggak Sembarangan

Juri kompetisi nampaknya suka dengan ide orisinal para seniman itu karena proyek mereka diumumkan sebagai pemenang pada bulan Oktober tahun lalu. Namun, ada kegaduhan di Swedia mengenai hal ini, dengan para politisi dari semua sisi sayap menuduh mereka menghabiskan uang pembayar pajak.

Tapi, yang lainnya hanya menyebut ide itu bodoh dan tidak berguna, di mana disetujui pula oleh dua seniman itu. Mereka menyadari bahwa membayar seseorang untuk muncul di stasiun kereta dua kali sehari hanya untuk memencet jam adalah tidak produktif dan tidak bermakna, tapi itulah gagasan seutuhnya.

Pekerjaan Para Miliarder Indonesia Sebelum Bergelimang Harta

Jika Anda bertanya di mana harus mendaftar, sayangnya Anda harus menerima kabar buruk. Karena, stasiun kereta Korsvagen masih dalam masa perbaikan, posisi itu akan dibuka di tahun 2026, setelah stasiun diresmikan. Dua seniman itu akan mulai menerima lamaran satu tahun lebih awal, tapi jika Anda ingin lebih familiar dengan peluang kerja unik ini, draf deskripsi pekerjaan sudah tersedia online.(nsa)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTB I Gede Putu Aryadi.

Penyebab Pengangguran di NTB, Sarjana Malu Bekerja di Luar Gelar

Kesempatan kerja di NTB mayoritas adalah pekerja informal, pekerja rentan, dengan persentase 75,36 % yaitu 2,05 juta orang dan hanya 600 ribuan orang yang bekerja formal.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2023