Penampakan Burung Kecil Ini, Ternyata Vampir di Kehidupan Nyata

Burung
Burung
Sumber :

VIVA Lifestyle – Geospiza difficilis septentrionalis, alias Vampire Finch merupakan burung kecil dengan makanan yang sangat tidak biasa, yakni memakan darah dari burung lainnya. Burung yang makannya tak biasa ini bisa Anda temukan hanya di dua pulau kecil di Kepulauan Galapagos saja yakni Darwin dan Wolf.

Burung vampir ini adalah subspesies dari kutilang tanah berparuh tajam, burung yang relatif kecil dan tampak tidak berbahaya.  Namun, seperti namanya, ia memiliki paruh yang sangat tajam, yang terkadang digunakannya untuk menembus lebih dari sekadar buah dan kacang.

Vampir finch mendapatkan namanya dari kebiasaan anehnya yaitu mematuk kulit burung yang lebih besar hingga menghisap darah burung lainnya setiap kali sumber makanan lain langka.

Burung penghisap darah sesama

Burung penghisap darah sesama

Photo :

Melansir dari odditycentral.com, The Nazca dan booby berkaki biru adalah dua korban utama dari finch vampir ini. Menariknya, kedua burung laut ini jauh lebih besar dari penyerangnya, tetapi jarang melakukan perlawanan. Para ahli percaya itu karena pola makan yang tidak biasa ini berevolusi dari perilaku yang jauh lebih umum yang dikenal burung finch.

Di mana ia mematuk parasit pada bulu dan kulit burung yang lebih besar. Pada dasarnya, Nazca dan boobies tidak menganggap mematuk burung finch sebagai ancaman. Jika perilaku vampir finch membutuhkan penjelasan, burung kecil itu mendarat di punggung korbannya dan menggunakan paruhnya yang kecil dan tajam untuk mematuk kulit sampai menusuk hingga menghisap darah.

Meskipun tidak ada yang tahu persis bagaimana vampir finch mengembangkan rasa untuk darah, diyakini bahwa, selama berabad-abad, kadang-kadang mematuk terlalu keras pada kulit burung laut saat memakan parasit mereka dan dari waktu ke waktu beradaptasi dengan mengonsumsi darah sebagai suplemen makanan.