Cara Mudah Deteksi Dini Mata Kering

Ilustrasi mata.
Sumber :
  • pixabay/Twnynina

VIVA – Kondisi mata kering seringkali hadir tanpa gejala yang pasti. Meski begitu, hal tersebut bukan berarti tak bisa dideteksi sejak dini.

img_title Kenali Penyebab Mata Kering, IDI Gedong Tataan Bagikan Solusi dan Informasi Pengobatan

Mata yang kering biasanya membuat seseorang kesulitan menjalankan aktivitasnya. Padahal, cara mendeteksi kondisi mata kering, bukanlah hal yang sulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bisa dideteksi di rumah dengan cara mudah. Caranya, Ambil kertas koran, lalu tatap huruf di situ, tanpa kedip mata selama 10 detik. Jika mata perih dan berair, mulai ada tanda mata kering," ujar Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC, dr. Nina Asrini Noor SpM., kepada VIVA di Jakarta. 

img_title Waspadai Mata Kering pada Anak, Dampak Buruk Screen Time Berlebihan di Era Digital

Ilustrasi mata merah.

Jika sebelum 10 detik dan mata sudah terasa berair serta perih, maka sudah bisa disimpulkan bahwa air mata sedang mengalami penguapan secara abnormal. Cara mendeteksi ini, dikatakan Nina, bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali atau saat pekerjaan sedang terlalu banyak.

img_title Cegah Mata Kering dan Gatal, Perhatikan 5 Hal Ini saat Pilih Softlens

"Jenis pekerjaan yang terbilang banyak dikaitkan dengan durasi penggunaan gawai. Kalau durasi penggunaan gawai terlalu lama dan berlebihan, sebaiknya segera lakukan deteksi dini tersebut atau bisa juga dicegah sejak awal," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jenis pencegahan yang dimaksudkan yaitu dengan mengistirahatkan mata dari pekerjaan yang berkaitan dengan gawai. Sebaiknya, istirahatkan mata selama 10 sampai 20 menit dalam rentang waktu satu jam.

"Istirahatkan mata setiap 1 jam sekali dalam rentang 10 sampai 20 menit. Bisa juga seperti ini, semakin lama kerjanya maka makin lama mata diistirahatkan," terangnya.
 

Ilustrasi mata kering

Sering Diabaikan, Gangguan Mata Ini Ternyata Dialami 76 Juta Orang Indonesia

Gangguan mata kering masih kerap dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, kondisi ini diperkirakan dialami oleh sekitar 27,5 persen populasi Indonesia atau 76 juta.

img_title
VIVA.co.id
29 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut